Tinjauan literatur sistematis ini mengkaji hubungan orientasi pasar dan keunggulan kompetitif melalui lensa Teori Keunggulan Sumber Daya (Resource-Advantage Theory), berdasarkan bukti empiris yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025. Research gap yang dijembatani adalah: belum adanya sintesis yang secara eksplisit menganalisis temuan era pasca-pandemi melalui perspektif Teori R-A, mengabaikan diferensiasi efek langsung dan termediasi, serta mengabaikan variabel mediasi yang menjelaskan heterogenitas hasil antar studi. Dipandu oleh kerangka PRISMA, 86 studi awal dari basis data Scopus disaring secara sistematis hingga menghasilkan 28 studi berkualitas tinggi. Temuan mengidentifikasi empat pola relasional: efek positif termediasi (57,1%), efek positif langsung dan termediasi (25,0%), efek bergantung konteks (10,7%), serta efek negatif/tidak signifikan (7,1%). Hubungan ini dimediasi oleh kemampuan inovasi, kemampuan relasional, dan fleksibilitas strategis. Kontribusi ilmiah studi ini adalah: (1) sintesis berbatas waktu pasca-pandemi (2021–2025), (2) klasifikasi pola empiris berbasis Teori R-A, dan (3) model konseptual baru yang memetakan jalur mediasi orientasi pasar menuju keunggulan kompetitif.
Copyrights © 2026