Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya konflik sebaya antar-siswa sekolah dasar yang mengganggu kenyamanan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penyelesaian konflik melalui seni negosiasi di SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis konflik didominasi masalah sepele seperti ejekan dan rebutan mainan, yang diselesaikan seketika oleh guru kelas melalui pendekatan persuasif non-hukuman berbasis nilai musyawarah. Tantangan utama berupa tantrum anak diatasi melalui proses penenangan emosi, sedangkan sikap subjektif orang tua diredam melalui kerja sama yang kolaboratif. Kesimpulannya, pengalihan pola hukuman menjadi seni negosiasi humanis terbukti efektif mendamaikan siswa sekaligus mempererat hubungan pertemanan mereka. Sinergi yang kuat antara guru dan orang tua menjadi penentu keberhasilan pembentukan karakter damai anak di rumah.
Copyrights © 2026