Artikel ini mengkaji transformasi paradigma dalam capaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era Kurikulum Merdeka. Pergeseran dari pendekatan teacher-centered menuju student-centered membawa implikasi signifikan terhadap desain pembelajaran, implementasi, dan evaluasi PAI. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, dan buku referensi terkait capaian pembelajaran PAI . Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma baru capaian pembelajaran PAI menekankan pada: (1) integrasi dimensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan; (2) pembelajaran kontekstual berbasis kehidupan nyata; (3) diferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik; (4) pengembangan karakter profil pelajar Pancasila berdimensi Islami. Implementasi paradigma baru ini menghadapi tantangan seperti kesiapan guru, ketersediaan sumber belajar, dan perubahan mindset stakeholder. Namun, paradigma baru membuka peluang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan moderat dan toleran.
Copyrights © 2026