Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi orang tua mengenai penggunaan smartphone dengan anak, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi orang tua ketika membahas penggunaan smartphone, dan menguraikan teknik komunikasi yang digunakan untuk menghindari kebiasaan smartphone yang berbahaya pada anak-anak di SD Negeri 1 Penatahan. Metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Lokasi penelitian adalah SD Negeri 1 Penatahan di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan tinjauan pustaka. Orang tua berperan sebagai informan utama penelitian, sedangkan guru dan siswa berperan sebagai informan sekunder. Model Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, digunakan untuk mengevaluasi data. Triangulasi sumber dan pendekatan digunakan untuk menilai validitas data. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan pengasuhan otoriter, permisif, dan demokratis termasuk dalam pola komunikasi orang tua dengan anak-anak tentang penggunaan smartphone. Pola demokratis biasanya lebih umum di antara ketiganya karena dibedakan oleh komunikasi terbuka, percakapan, dan upaya untuk membantu anak-anak memahami. Orang tua menghadapi sejumlah kendala, seperti faktor psikologis, emosional, dan lingkungan, serta kurangnya waktu dan pengawasan. Hambatan psikologis, seperti ketergantungan anak pada ponsel pintar dan ketidakmampuan untuk menerima batasan orang tua, merupakan kendala yang paling menonjol. Mediasi restriktif, mediasi penggunaan bersama, dan mediasi aktif termasuk di antara taktik komunikasi yang telah dipraktikkan. Di antara ketiga taktik ini, intervensi proaktif adalah strategi yang paling umum, menawarkan anak-anak bimbingan, nasihat, dan instruksi yang jelas tentang penggunaan ponsel pintar secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026