Kemampuan gerak merupakan elemen krusial dalam menentukan performa maksimal atlet atletik, khususnya pada nomor sprint. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh kombinasi metode latihan koordinasi dan drill terhadap peningkatan kemampuan gerak serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh atlet. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dihimpun melalui teknik wawancara mendalam (in-depth interview) terstruktur dengan satu orang pelatih kepala dan satu orang atlet sprint nomor 100–200 meter di Klub Physical Center Stadion UNIMED pada Mei 2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif yang kemudian dikuantifikasikan ke dalam matriks penilaian indikator capaian motorik berbasis skor bertingkat (skala 1-4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan variasi latihan seperti ABC running, agility ladder, speed training, plyometric, drill cone, dan mini hurdle secara signifikan meningkatkan komponen koordinasi tubuh dan kelincahan atlet dari kategori "Cukup" menjadi "Sangat Baik". Namun, grafik perkembangan motorik ini bersifat fluktuatif dan terkendala oleh kapasitas penalaran kognitif atlet terhadap instruksi gerakan yang rumit, terutama pada penguasaan teknik start (block start). Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi periodisasi latihan yang adaptif-berfokus pada gerak dasar untuk anak usia dini dan pengenalan teknik kompleks untuk usia remaja-terbukti efektif mengoptimalkan kompetensi motorik atlet secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026