Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Layanan Bimbingan Klasikal berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan tahapan kebaruan Peer Guidance untuk meningkatkan kematangan emosi siswa kelas XI.A3 SMA Negeri 1 Mengwi Tahun 2026. Pengembangan model ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kematangan emosi siswa yang ditunjukkan melalui kesulitan mengendalikan emosi, kurangnya kemampuan menerima perbedaan pendapat, serta rendahnya empati terhadap teman sebaya. Selain itu, pelaksanaan layanan bimbingan klasikal masih berfokus pada aspek kognitif dan pemecahan masalah, sehingga pengalaman emosional siswa yang muncul selama proses layanan belum difasilitasi secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Produk yang dihasilkan berupa Model Layanan Bimbingan Klasikal berbasis PBL dengan tahapan kebaruan Peer Guidance serta modul layanan sebagai panduan pelaksanaannya. Validasi produk dilakukan oleh dua orang ahli, yaitu Dosen Prodi BK dan Guru BK. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, serta instrumen pretest dan posttest kematangan emosi siswa. Analisis data dilakukan menggunakan rumus Gregory untuk mengetahui kelayakan produk dan N-Gain Score untuk mengetahui efektivitas model layanan yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Layanan Bimbingan Klasikal berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan tahapan Peer Guidance memperoleh koefisien validitas isi sebesar 0,70 yang berada pada kategori cukup layak, sedangkan produk modul memperoleh koefisien validitas isi sebesar 0,80 yang berada pada kategori validitas sangat layak. Hasil implementasi model menunjukkan nilai N-Gain Score sebesar 57,058%, yang berada pada kategori cukup efektif dalam meningkatkan kematangan emosi siswa kelas XI.A3 SMA Negeri 1 Mengwi Tahun 2026.
Copyrights © 2026