Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara potensi lingkungan Trowulan sebagai kawasan peninggalan Kerajaan Majapahit dengan tingkat pemahaman sejarah siswa yang belum optimal, meskipun mereka berada dekat dengan sumber sejarah lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman sejarah siswa kelas X Unit Layanan Wisata SMKN 1 Trowulan terhadap situs peninggalan Majapahit serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential, di mana data kuantitatif diperoleh melalui tes dan dilanjutkan dengan data kualitatif melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tergolong sangat rendah, dengan hanya 2 dari 29 siswa (6,9%) yang mencapai nilai di atas KKM 80; siswa dengan pemahaman tinggi cenderung aktif dan mandiri, pemahaman sedang bersifat situasional, dan pemahaman rendah tidak terstruktur serta dipengaruhi lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa kedekatan geografis dengan situs sejarah tidak secara otomatis meningkatkan pemahaman siswa karena adanya habituasi dan familiarity effect, sehingga pemahaman lebih dipengaruhi oleh faktor kognitif, kebiasaan belajar, motivasi, lingkungan sosial, serta strategi pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan integrasi yang lebih optimal antara sumber sejarah lokal dan proses pembelajaran agar potensi lingkungan Trowulan dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam meningkatkan pemahaman sejarah siswa.
Copyrights © 2026