Pelukis Musnawi merupakan seniman yang tetap mempertahankan seni lukis konvensional di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Karya melukisnya dilakukan di kawasan Sukawati, Gianyar, dengan menjadikan proses refleksi diri sebagai bagian penting dari komunikasi intrapersonal yang membentuk idealismenya dalam berkesenian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musnawi tidak hanya menolak integrasi teknologi digital dalam pemasaran karya, tetapi juga menerapkan strategi yang berorientasi pada nilai spiritual dan pendekatan interaktif sebagai bentuk pemasaran berbasis budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi intrapersonal berperan penting dalam membentuk keteguhan sikap seniman tradisional dalam menghadapi tantangan era digital.
Copyrights © 2026