Teologi penciptaan dalam tradisi Kristen mengalami perkembangan signifikan dalam konteks modern, khususnya melalui pemikiran Karl Rahner yang menempatkan rahmat sebagai komunikasi diri Allah dalam realitas kosmos. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teologi penciptaan dalam perspektif Rahner dengan menyoroti relasi antara rahmat dan kosmos dalam terang Kitab Suci serta refleksi ekologi integral sebagaimana dirumuskan dalam Laudato Si’. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap karya Rahner, teks biblis, serta jurnal teologi nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rahner memahami penciptaan sebagai proses komunikasi diri Allah yang berlangsung secara historis dan kosmik. Rahmat tidak dipahami sebagai tambahan eksternal, melainkan sebagai struktur eksistensial yang memungkinkan manusia dan dunia terbuka terhadap Allah. Dengan demikian, kosmos menjadi locus teologis di mana relasi antara Allah, manusia, dan ciptaan terwujud secara dinamis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Rahner mampu mengatasi dualisme klasik antara natura dan gratia serta memberikan dasar teologis yang kuat bagi pengembangan ekologi integral. Kebaruan artikel ini terletak pada integrasi sistematis antara teologi Rahner, teologi penciptaan biblis, dan refleksi ekologis kontemporer dalam konteks Indonesia.
Copyrights © 2026