Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita dan tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu balita, perilaku rumah tangga, dan faktor lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Jambi berdasarkan analisis data Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Studi ini menggunakan desain cross-sectional, menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 sebanyak 5.728 anak usia 12-59 bulan. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat dari 13 variabel menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki (p=0,029; POR=1,246) dan merokok di rumah (p=0,013; POR=1,307) berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Sementara itu, variabel usia (p=0,868), status gizi (p=0,319), status imunisasi (p=0,156), status pendidikan ibu (p=0,766), status sosial ekonomi (p=0,125), penggunaan obat nyamuk bakar (p=0,090), kebiasaan mencuci tangan ibu (p=0,412), kualitas air bersih (p=0,083), kepadatan penduduk (p=0,427), jenis lantai (p=0,184) dan jenis dinding (p=0,659) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Jenis kelamin dan kebiasaan merokok di rumah merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif harus difokuskan pada penguatan promosi rumah bebas asap rokok melalui pendidikan bagi orang tua dan anggota keluarga, terutama mereka yang memiliki balita.
Copyrights © 2026