Masyarakat di Desa Tanjung Baru Petai terdiri dari 1.341 jiwa yang meliputi 664 perempuan dan 677 laki-laki. Setiap keluarga di desa tersebut memiliki aktivitas masak-memasak yang akan menghasilkan limbah dapur. Limbah dapur yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran dan memperparah beban tempat pembuangan akhir. Melalui pendekatan konsep waste zero, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik cair menggunakan teknologi mikroorganisme lokal (MOL) dari air leri. Teknologi sederhana ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Metode yang digunakan melakukan sosialisasi dan Penyuluhan, praktek pembuatan pupuk organik cair yang diperkaya MOL dari air leri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendaur limbah dapur menjadi pupuk organik cair yang bernilai guna. Selain itu program ini sangat berkontribusi dalam mengurangi volume sampai yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan mendorong penerapan praktek pertanian berkelanjutan di masayarakat
Copyrights © 2025