Keselamatan lalu lintas pada tahap konstruksi jalan tol merupakan isu penting karena adanya peningkatan risiko kecelakaan akibat perubahan geometri jalan, mobilisasi kendaraan proyek, serta pengaturan lalu lintas sementara yang mengganggu arus normal. Penelitian ini dilakukan pada proyek jalan tol Bayung Lencir–Tempino (Seksi 1 dan 2), dengan fokus pada titik pertemuan antara akses proyek dan jalan eksisting, khususnya di tikungan Harmoko. Metode penelitian menggabungkan analisis frekuensi kecelakaan, tingkat keparahan (severity), pemetaan spasial hotspot, serta pendekatan work zone untuk mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan. Data teknis rencana jalan (RTA), karakteristik lalu lintas, dan variabel akses proyek dianalisis untuk memprediksi risiko. Model regresi Poisson dan Negative Binomial digunakan untuk memodelkan data kecelakaan berbentuk count data, dengan NB lebih unggul dalam menangani overdispersion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kecelakaan meningkat pada zona dengan perubahan akses tidak terkontrol, mobilisasi alat berat, serta transisi geometri jalan. Mitigasi yang diusulkan meliputi penempatan rambu lalu lintas sesuai kondisi, penggunaan water barrier dan flag man, serta pengaturan kecepatan pada zona kritis. Evaluasi selama enam bulan menunjukkan hasil positif dengan tercapainya zero accident tanpa korban jiwa maupun luka. Penelitian ini menegaskan efektivitas metode work zone dalam mengidentifikasi risiko dan merancang mitigasi berbasis zona, sehingga dapat menjadi acuan dalam perencanaan keselamatan proyek jalan tol di Indonesia
Copyrights © 2025