Tanah rawa di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, yang rentan terhadap penurunan signifikan, memerlukan stabilisasi untuk mendukung infrastruktur yang aman. Penelitian ini menyelidiki efektivitas penggunaan kapur dan limbah batu bata (BB) sebagai bahan stabilisasi alternatif. Metode penelitian meliputi pengujian indeks properti tanah rawa dan pengujian konsolidasi dengan variasi campuran 5% kapur dan limbah batu bata (10%, 15%, dan 20% BB). Hasil pengujian indeks properti menunjukkan bahwa tanah dasar memiliki karakteristik plastisitas sedang (Indeks Plastisitas 13,73%) tetapi dengan kadar air asli yang sangat tinggi (93,37%), mengindikasikan perlunya perlakuan khusus untuk mitigasi risiko deformasi. Pengujian konsolidasi menunjukkan bahwa penambahan kapur dan limbah batu bata efektif meningkatkan laju konsolidasi yang diukur melalui Koefisien Konsolidasi (Cv) dan mengurangi penurunan kumulatif. Peningkatan signifikan Cv pada kandungan 20% BB di bawah tegangan tinggi disebabkan oleh peran partikel limbah batu bata sebagai material kaku yang mengurangi kompresibilitas dan meningkatkan jalur drainase. Kesimpulan menunjukkan bahwa stabilisasi dengan limbah batu bata merupakan solusi yang layak untuk tanah rawa, di mana konsentrasi optimalnya harus disesuaikan dengan besar beban yang direncanakan.
Copyrights © 2025