Pariwisata sejarah memiliki peranpenting dalam pelestarian budaya sekaligus sebagai penggerak ekonomi lokal, salah satunyamelalui pengembangan Benteng Van Den Bosch di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi keberadaan benteng sebagai destinasi wisata sejarah terhadap perekonomian masyarakat sekitar serta mengkaji pengelolaannya berdasarkan teori 4A (Attraction, Amenities, Accessibility, dan Ancillary Services). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisissecara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik historis benteng, kemudahan akses, serta aktivitas wisata yang berkembang mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan danmendorong pertumbuhan ekonomi lokal, seperti UMKM, jasa fotografi, dan perdagangan. Aspek fasilitas dan pelayanan tambahan masih belum optimal, terutama dalam hal perawatan sarana dan koordinasi antarinstansi. Kesimpulannya, Benteng Van Den Bosch memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat, tetapi memerlukan pengelolaan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan agar manfaat ekonomi dapat terus meningkat
Copyrights © 2026