Stunting dan permasalahan pemenuhan gizi masih menjadi tantangan berkelanjutan di Indonesia. Di sisi lain, konflik global yang berkepanjangan berpotensi memicu krisis pangan sehingga memperkuat urgensi pemerintah dalam mengambil langkah strategis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjadikan ketahanan pangan sebagai agenda nasional melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedua, yaitu Zero Hunger. Namun, implementasi program tersebut menimbulkan perdebatan terkait prioritas fiskal akibat indikasi realokasi anggaran yang berpotensi memengaruhi sektor pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan ketahanan pangan dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami secara mendalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berperan dalam menekan angka stunting dan mengurangi beban konsumsi rumah tangga, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi. Akan tetapi program ini, masih menghadapi tantangan pada aspek prioritas anggaran dan keberlanjutan kebijakan. Oleh karena itu, evaluasi kebijakan diperlukan agar program berjalan efektif tanpa mengorbankan sektor pembangunan lainnya.
Copyrights © 2026