Data UNICEF menunjukkan tren peningkatan kematian remaja akibat HIV/AIDS, dari 71.000 jiwa pada tahun 2005 menjadi 110.000 jiwa pada tahun 2012. Sementara itu, laporan BKKBN (2013) menyebutkan bahwa sekitar 4,38% remaja berusia 10–19 tahun telah melakukan aktivitas seksual pranikah.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif kualitatif, (1) Remaja di SMPN 3 Mamasa masih kurang mengetahui PKPR dan manfaatnya. Kesadaran untuk memanfaatkan layanan kesehatan dini rendah, karena mereka umumnya hanya datang saat sakit. Meski menyadari pentingnya layanan kesehatan remaja, terutama terkait reproduksi, mental, dan tekanan sosial, hambatan seperti rasa malu, takut dihakimi, dan kebutuhan akan kenyamanan masih menjadi kendala. (2) Lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap akses remaja pada layanan PKPR. Dukungan keluarga masih minim, norma budaya membuat isu reproduksi dianggap tabu, sementara teman sebaya justru menjadi pendorong utama. Sekolah yang seharusnya berperan strategis juga belum optimal dalam memberikan edukasi kesehatan remaja secara berkelanjutan. (3) Dari sisi pelayanan, PKPR belum rutin berjalan di desa dan hanya tersedia di Puskesmas induk tanpa jadwal tetap atau pos khusus. Ruang konsultasi yang aman masih kurang, sehingga remaja merasa tidak nyaman. Selain itu, tidak semua tenaga kesehatan terlatih dalam pendekatan psikologis remaja
Copyrights © 2025