Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan limbah industri tahu serta bagaimana tinjauan etika bisnis Islam terhadap pengelolaan limbah tersebut di Desa Kuo, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan (field research), di mana peneliti melakukan observasi dan wawancara langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah padat berupa ampas tahu telah dikelola dengan cukup baik melalui tahapan pengumpulan, penyimpanan sementara, dan pemanfaatan sebagai pakan ternak atau bahan tempe gembus. Namun, pengelolaan limbah cair masih belum optimal karena umumnya langsung dibuang ke sungai melalui pipa tanpa melalui proses penampungan maupun pengolahan terlebih dahulu, sehingga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Ditinjau dari etika bisnis Islam, prinsip kejujuran telah diterapkan dalam proses produksi, tetapi prinsip ketuhanan, keseimbangan, dan tanggung jawab belum dijalankan secara maksimal. Hal ini terlihat dari kurangnya upaya menjaga kelestarian lingkungan dan perlindungan terhadap kenyamanan masyarakat sekitar dari dampak limbah cair. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan kesadaran, edukasi, dan pembinaan kepada pelaku industri agar pengelolaan limbah dapat dilakukan secara lebih etis, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Copyrights © 2025