Wilayah kepulauan seperti Kabupaten Selayar menghadapi tantangan unik dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya dalam hal evaluasi pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun soal evaluasi berbasis teori rekonstruksi dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI). Melalui pelatihan intensif, pendampingan, dan penguatan infrastruktur, kegiatan ini mampu meningkatkan efisiensi kerja guru hingga 65%, memperbaiki kualitas soal dengan peningkatan signifikan pada butir berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta membangun ekosistem pembelajaran digital berkelanjutan. Artikel ini menguraikan proses, tantangan, capaian, serta dampak program sebagai model transformasi pendidikan berbasis teknologi di daerah tertinggal.
Copyrights © 2025