Fokus utama dari studi ini adalah mengkaji perbedaan Dampak dari Implementasi strategi pembelajaran Focus Group Discussion (FGD) dan Group Investigation (GI) memengaruhi kreativitas matematika siswa pada tingkat kelas VIII SMP Negeri Binuang. Pendekatan Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan pendekatan desain eksperimen semu tipe Nonequivalent Control Group Design. Dua kelas dipilih sebagai sampel dalam penelitian in, masing-masing berjumlah 20 siswa. Kelas VIII-1 diterapkan model FGD dan kelas VIII-2 diberi perlakuan model GI. Instrumen yang digunakan meliputi tes kreativitas matematika, keterlaksanaan pembelajaran, Data diperoleh melalui observasi aktivitas pembelajaran dan angket respon siswa. erdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa skor rata-rata post-test siswa pada kelas GI sebesar 75,75 dengan 45% siswa sangat kreatif, sedangkan pada kelas FGD sebesar 70,25 dengan 15% siswa sangat kreatif. Nilai signifikansi uji-t sebesar 0,045 < 0,05 menunjukkan bahwa perbedaan antara kedua model pembelajaran yang dibandingkan. Dengan demikian, model Group Investigation lebih efektif dibandingkan Focus Group Discussion dalam meningkatkan kreativitas matematika siswa.
Copyrights © 2026