Journal Peqguruang: Conference Series
Vol 8, No 1 (2026): Peqguruang, Volume 8 Nomor 1 Mei 2026

KEMASLAHATAN SEBAGAI PRINSIP ETIKA ISLAM (TELAAH ATAS PANDANGAN ‘ĀBID AL-JĀBIRĪ)

Muh. Bahrul Afif (Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN))
Muhammad Syibli Sahabuddin (Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN))



Article Info

Publish Date
28 May 2026

Abstract

Artikel ini mengkaji pemikiran Muḥammad ‘Ābid al-Jābirī tentang prinsip utama etika Islam dalam proyek Kritik Nalar Arab miliknya. Melalui riset kepustakaan, ditemukan bahwa al-Jābirī mengidentifikasi lima warisan tradisi yang membentuk nalar etika Arab-Islam: Persia (etika kepatuhan), Yunani (etika kebahagiaan), Sufi (etika kefanaan), Arab murni (etika harga diri), dan Islam (konsep kemaslahatan). Al-Jābirī menetapkan konsep al-maṣlaḥah sebagai prinsip paling otentik etika Islam karena bersumber murni dari ajaran agama tanpa terikat tradisi lain. Konsep ini digali dari pemikiran ‘Izz al-Dīn bin ‘Abd al-Salām, ulama Syāfi‘ī, melalui karyanya Qawā‘id al-Akām fī Maṣāliḥ al-Anām dan Syajarah al-Ma‘ārif. Kesimpulannya, kebangkitan nalar etis Islam yang berorientasi masa depan harus berpijak pada prinsip kemaslahatan.

Copyrights © 2026