Abstract Semuel Gandang (2019204033) “Pengaruh Pupuk Kompos Kulit Kopi dan Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan serta Hasil Sayur Kangkung Darat (Ipomea reptans poir)” Dibawah bimbingan Abd. Jamal dan H. Hasanuddin KandatongKangkung darat (Ipomea reptans poir) adalah salah satu tipe sayuran yang sangat digemari di Indonesia dan menarik perhatian berbagai kalangan, karena rasa yang nikmat. Tanaman kangkung masuk dalam klasifikasi sayuran semusim, memiliki siklus hidup yang singkat dan tidak memerlukan area yang luas untuk tumbuh, sehingga sangat mudah untuk ditanam di daerah perkotaan yang sering kali memiliki lahan yang terbatas. Faktor pertama adalah penerapan kompos kulit kopi dengan dosis: K1: Tanah+kompos kulit kopi 1:2, K2: Tanah+kompos kulit kopi 1:1, K3: Tanah+kompos kulit kopi 2:1. Faktor kedua adalah penggunaan pupuk urea dengan dosis yang berbeda: U0 = (Kontrol), U1= 2,5 gram/polybag, U2= 5,0 gram/polybag. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis statistik yang dilakukan, disimpulkan bahwa penggunaan pupuk kompos kulit kopi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tanaman kangkung, sementara pupuk urea memberikan efek yang sangat signifikan pada semua perlakuan yang diuji. Perlakuan dengan pupuk kompos kulit kopi pada dosis Tanah+kompos kulit kopi 2:1 dan pupuk urea 5,0 gram/polibag (K3U2) menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
Copyrights © 2025