Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan sistem pencernaan yang terjadi akibat naiknya asam lambung ke esofagus karena kelemahan sfingter esofagus bagian bawah. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada (heartburn), regurgitasi, mual, serta ketidaknyamanan pada saluran cerna yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Dalam beberapa dekade terakhir, prevalensi GERD mengalami peningkatan seiring dengan perubahan gaya hidup modern. Remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk kelompok yang rentan mengalami GERD akibat pola hidup tidak sehat, seperti kebiasaan makan tidak teratur, konsumsi makanan cepat saji, makanan pedas dan berlemak, minuman berkafein, stres akademik, serta kebiasaan begadang. Dilakukan penyuluhan kesehatan pada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai GERD serta mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan dini. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan yang dilaksanakan di SMAN 6 Cimahi dengan pemberian materi terkait pengertian GERD, mekanisme terjadinya refluks asam lambung, faktor risiko, gejala, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan sikap siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan pencernaan. Edukasi kesehatan terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan risiko terjadinya GERD pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang berkelanjutan guna membentuk perilaku hidup sehat sejak dini dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
Copyrights © 2026