p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Shofiyani Khoirotul Millah
Institut Kesehatan Rajawali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Leukimia pada Pelajar di SMAN 5 Cimahi Theophylia Melisa Manumara; Andhika Rafi Ramadhan; Raisya Aoliya Somantry; Septia Putri Hartanti; Shofiyani Khoirotul Millah; Desi Novitasari; Nadziah Mar'atush Sholihah; Turindah Turindah; Jum'ati Jum'ati
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/q8dkeg10

Abstract

The topic of leukemia was raised in this health education activity because this disease is a serious blood cancer that has a major impact on society. Education on prevention and understanding of the disease is considered important. Leukemia is described as a disorder caused by the proliferation of immature white blood cells that arise due to genetic abnormalities in hematopoietic cells, and is influenced by exposure to radiation, chemicals, viral infections, immune disorders, and genetic factors. Based on WHO Globocan 2025 data, there were 487,294 new cases and 305,405 deaths worldwide, with a prevalence of 17.42 per 100,000 population. In Indonesia, this disease ranks 10th as the cancer with the highest incidence and mortality rates, while Lampung Province recorded 214 inpatient cases in 2015. This information shows the need for increased public education. In implementing this health education program, a post-test design was used to assess changes in understanding after the material was presented. The presentation was delivered through a presentation, and participants' knowledge was then measured using a quiz. Students in class XII-8 at SMAN 5 Cimahi were designated as the target group. The evaluation results showed that there was an increase in understanding after the presentation and quiz methods were applied. The low level of student participation was one of the limitations of the activity. Overall, these results show that interactive educational approaches can support improvements in health literacy.  
Mengenal GERD: Edukasi dan Pencegahan untuk Remaja di SMA Negeri 6 Cimahi Muhammad Deri Ramadhan; Theophylia Melisa Manumara; Raisya Aoliya Somantry; Septia Putri Hartanti; Gina Aprilianti; Shofiyani Khoirotul Millah; Desi Novitasari; Turindah Turindah; Jum'ati Jum'ati; Nadziah Mar'atush Sholihah; Andhika Rafi Ramadhan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/20f6v460

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan sistem pencernaan yang terjadi akibat naiknya asam lambung ke esofagus karena kelemahan sfingter esofagus bagian bawah. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada (heartburn), regurgitasi, mual, serta ketidaknyamanan pada saluran cerna yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Dalam beberapa dekade terakhir, prevalensi GERD mengalami peningkatan seiring dengan perubahan gaya hidup modern. Remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk kelompok yang rentan mengalami GERD akibat pola hidup tidak sehat, seperti kebiasaan makan tidak teratur, konsumsi makanan cepat saji, makanan pedas dan berlemak, minuman berkafein, stres akademik, serta kebiasaan begadang. Dilakukan penyuluhan kesehatan pada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai GERD serta mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan dini. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan yang dilaksanakan di SMAN 6 Cimahi dengan pemberian materi terkait pengertian GERD, mekanisme terjadinya refluks asam lambung, faktor risiko, gejala, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan sikap siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan pencernaan. Edukasi kesehatan terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan risiko terjadinya GERD pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang berkelanjutan guna membentuk perilaku hidup sehat sejak dini dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.