p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Gina Aprilianti
Institut Kesehatan Rajawali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan tentang DIC terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SMA Handayani 1 Pameungpeuk Theophylia Melisa Manumara; Zahra Laila Junistiani; Syipa Ananta Zahra; Sindi Sri Ajeng; Nela Nuraeni; Muhammad Arif Rahman; Lania Langsa Firmansah; Gina Aprilianti; Omat Nurohmat
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n0mrg633

Abstract

Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) merupakan aktivasi sistemik koagulasi yang disertai kerusakan endotel vaskular. Aktivasi koagulasi sistemik ini berawal di tingkat mikrovaskular, berkembang, dan kemudian berdampak luas pada pembuluh darah kecil hingga sedang. Kondisi ini merupakan gangguan koagulasi dan fibrinolisis yang dinamis, dapat berkembang dari fase terkompensasi menjadi dekompensasi, dan sering disalahartikan sebagai sekadar gangguan hemostasis. Walaupun DIC tergolong kompleks dan jarang terjadi, pengetahuan mengenai kondisi ini tetap penting bagi remaja, terutama karena gigitan ular dapat memicu terjadinya DIC. Tujuan dari pelaksanaan Pendidikan kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan siswa mengenai DIC serta kemampuan mengenali tanda bahaya pada diri sendiri maupun orang di sekitarnya. Metode yang digunakan adalah metode edukatif melalui pemberian materi mengenai DIC dan pertolongan pertama pada gigitan ular. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, yang ditunjukkan melalui nilai post-test yang lebih baik. Dengan demikian, pendidikan kesehatan ini mengenai DIC efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terhadap risiko gigitan ular dan kemungkinan komplikasinya.
Mengenal GERD: Edukasi dan Pencegahan untuk Remaja di SMA Negeri 6 Cimahi Muhammad Deri Ramadhan; Theophylia Melisa Manumara; Raisya Aoliya Somantry; Septia Putri Hartanti; Gina Aprilianti; Shofiyani Khoirotul Millah; Desi Novitasari; Turindah Turindah; Jum'ati Jum'ati; Nadziah Mar'atush Sholihah; Andhika Rafi Ramadhan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/20f6v460

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan sistem pencernaan yang terjadi akibat naiknya asam lambung ke esofagus karena kelemahan sfingter esofagus bagian bawah. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada (heartburn), regurgitasi, mual, serta ketidaknyamanan pada saluran cerna yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Dalam beberapa dekade terakhir, prevalensi GERD mengalami peningkatan seiring dengan perubahan gaya hidup modern. Remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk kelompok yang rentan mengalami GERD akibat pola hidup tidak sehat, seperti kebiasaan makan tidak teratur, konsumsi makanan cepat saji, makanan pedas dan berlemak, minuman berkafein, stres akademik, serta kebiasaan begadang. Dilakukan penyuluhan kesehatan pada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai GERD serta mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan dini. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan yang dilaksanakan di SMAN 6 Cimahi dengan pemberian materi terkait pengertian GERD, mekanisme terjadinya refluks asam lambung, faktor risiko, gejala, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan sikap siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan pencernaan. Edukasi kesehatan terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan risiko terjadinya GERD pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang berkelanjutan guna membentuk perilaku hidup sehat sejak dini dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.