Bentuk lahan mencerminkan karakteristik bahan induk, kemiringan lereng, dan karakteristik tanah, sehingga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi lahan untuk menentukan kesesuaian lahan bagi produksi tanaman pangan. Kelas kesesuaian lahan ditentukan oleh faktor pembatas (constraint), sehingga tingkat kesesuaian lahan juga menunjukkan produktivitas lahan. Produktivitas lahan pertanian biasanya didefinisikan dalam jangka waktu satu tahun, sehingga melibatkan pola rotasi tanaman dalam setahun. Evaluasi dan analisis terhadap integrasi bentuk lahan, penggunaan lahan, kesesuaian lahan, dan produktivitas lahan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan penggunaan lahan yang direkomendasikan dan estimasi produktivitas lahan pada berbagai bentuk lahan. Evaluasi dilakukan di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas lahan yang tinggi terdapat pada bentuk lahan Aluvial dan Vulkanik dengan kelas kesesuaian lahan untuk palawija yaitu S1 dan S2. Bentuk lahan Aluvial dan Vulkanik dapat digunakan untuk pengembangan jagung, bawang merah, dan tembakau; sedangkan bentuk lahan Marin untuk pengembangan tambak ikan.
Copyrights © 2020