Inceptisol memiliki karakteristik khusus, yaitu rendahnya bahan organik. Masalah kimia lain dari inceptisol meliputi pH asam, kadar liat tinggi, dan pencucian unsur hara di lapisan permukaan tanah. Aplikasi kompos organik ke dalam tanah dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi lubang resapan biopori (BIH) dengan kompos organik pada berbagai dosis terhadap KTK tanah, C organik, N total, rasio C/N dan pH tanah tanah Inceptisol di Kebun Jeruk Lemon BPSI Jestro, Batu. Perlakuan yang diuji adalah P0 (kontrol, tanpa BIH, tanpa kompos), P1 (BIH kosong), P2 (BIH dengan dosis kompos 5 Mg.ha-1), P3 (BIH dengan dosis kompos 10 Mg.ha-1), P4 (BIH dengan dosis kompos 15 Mg.ha-1), P5 (BIH dengan dosis kompos 20 Mg.ha-1). Keenam perlakuan disusun dalam rancangan kelompok acak lengkap dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos pada BIH dapat meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, kandungan C-organik, N-total, C/N Ratio, dan pH tanah lapisan atas dan bawah. Pemberian kompos dengan dosis 20 Mg.ha-1 merupakan perlakuan terbaik dan mampu meningkatkan KTK, C-organik, N-total, C/N Ratio, dan pH tanah pada pengamatan 5 kedalaman TBS yaitu 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Perlakuan kompos dengan dosis 20 Mg.ha-1 dapat meningkatkan kandungan klorofil daun jeruk sebesar 789,23 μmol.m-2 atau meningkat sebesar 20,06% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Terdapat hubungan yang signifikan antara kandungan klorofil daun jeruk dengan KTK tanah, kandungan N-total, C-organik, dan pH H2O.Â
Copyrights © 2022