Penggunaan Google Translate dalam pembelajaran bahasa memberikan kemudahan, namun juga berpotensi menimbulkan ketergantungan siswa sehingga mengurangi kemampuan memahami teks secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru dalam mengurangi ketergantungan tersebut melalui studi literatur. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang efektif meliputi penguatan kosakata secara kontekstual, penerapan pembelajaran berbasis teks dengan analisis struktur bahasa, penggunaan metode kolaboratif, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran alternatif yang lebih terarah. Selain itu, literasi digital menjadi faktor penting agar siswa mampu menggunakan Google Translate secara kritis dan proporsional. Temuan ini menegaskan bahwa peran guru sangat penting dalam membimbing penggunaan teknologi guna meningkatkan kemandirian belajar siswa.
Copyrights © 2025