cover
Contact Name
Nur Ali Subhan
Contact Email
nuralisubhan9@gmail.com
Phone
+62895612462009
Journal Mail Official
nuralisubhan9@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sultan Agung No.42, Windusara, Karangklesem, Kec. Purwokerto Sel., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53145
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Islamische Bildung: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30472156     DOI : -
Core Subject :
Islamische Bildung: Jurnal Pendidikan Agama Islam (The Journal of Islamic Education) is a periodical scientific journal published by Department of Islamic Education, Faculty of Islamic Education, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Purwokerto, Indonesia . The journal specializes in the study of Islamic education science and research. The Journal kindly invites scientists, scholars, professionals, and researchers in the disciplines of Islamic education in the form of the contribution with articles to be published and disseminated through: the selection mechanism of the article, criticized by reviewer, and the editing process. The Journal is published twice a year in June and December. E-ISSN Number: 3047-2156
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
KETERAMPILAN MENGAJAR GURU PAI PADA GENERASI DIGITAL Ahmad Fahroni; Moh. Safiil Anam
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital generation is a group of ages who from an early age have accessed and utilised digital technology as part of their daily lives (digital native), including influencing teaching and learning practices. This generation has unique characteristics such as a realistic attitude, has a high tolerant spirit, prefers to work together rather than receive orders from superiors, thinks pragmatically in solving the problems it experiences, is independent, assertive, emotional, intellectually expressive, has high curiosity, by questioning everything, innovative, lifelong learning. This certainly requires teachers to have competencies that are in accordance with the needs of the learners to be able to achieve the expected learning objectives.
MOTIVASI BELAJAR DALAM PENDIDIKAN ANDRAGOGI PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM (Studi Analisis Teori Kebutuhan As Syathibi) Nur Ali Subhan
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Motivation to learn is the main key for students in undergoing the educational process. Students who have motivation to learn will devote all their abilities to achieving learning goals. In andaragogy education, students' learning motivation is different from other types of education. Adult education has more complex educational goals so that the motivation required is realistic. This research aims to determine learning motivation in andargogical education from an Islamic perspective by examining As Syathibi theory of needs. This type of research is a study of a character's thoughts using library research methods and using a qualitative descriptive approach. The data collection method uses the documentation method with content analysis techniques (Content Analysis) to analyze message content and message management regarding the meaning contained in the sources used and has the unction of revealing hidden symbolic meanings. Based on the research conducted, the results show that there are three levels of Imam As Syathibi perspective needs which motivate learning in andragogy education; namely dharuriyat needs, hajiyat needs and tahsiniyat needs. The first level, dharuriyat needs, is the level of primary needs which include hifzh al-din (maintaining religion), hifzh al-nafs (maintaining the soul), hifzh al-'aql (maintaining reason), hifzh al-nasl (maintaining offspring), and hifzh al-mal (guarding wealth).
IMPLEMENTASI INTEGRASI KURIKULUM PAI TERHADAP TIGA RANAH KEILMUAN (KOGNITIF, AFEKTIF, PSIKOMOTORIK) DI MI NURUL UMMAH KOTAGEDE Muhammad Nur Rizal; Budi Wijaya
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Strategi pengembangan Kurikulum terhadap penguatan tiga ranah pendidikan di MI Nurul Ummah sebagai berikut bahwasanya terdapat strategi pengintegrasian kurikulum di MI Nurul Ummah yaitu antara kurikulum Diknas, kurikulum Mennag dan Kurikulum khas yang ada di MI Nurul Ummah itu sendiri. Dengan adanya pengintegrasian ini guna penguatan tiga ranah aspek dalam pendidikan yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Adapun ciri khas kurikulum yang diterapkan adalah penerapan system fullday school berupa program khusus yaitu tahsin dan tahfidz. Penelitain ini menggunalan metode Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif yang menggunakan beberapa teknik dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN CASE BASED LEARNING (CBL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi kasus di prodi Pendidikan guru sekolah dasar STKIP Darussalam Cilacap) Budi Wijaya; Muhammad Nur Rizal; Rakhel Putri Ramadhani
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut mahasiswa mampu berfikir kritis dalam memecahkan kasus secara efektif, komunikatif dan kolaboratif. Berfikir kritis dalam konteks keagamaan sangat penting dengan tujuan meningkatkan pemahaman ajaran agama, menghindari fanatisme, membngun toleransi serta melawan misi informasi. Peran dosen sebagai fasilitator dalam mengimplementasikan pembelajaran menjadi salah satu jawaban untuk menghadapi tuntutan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk peran dosen dalam Implementasi Pembelajaran Case Based Learning (Cbl) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam. Pendekatan penelitian menggunakan studi kualitatif dengan pengamatan, observasi wawancara dalam mengumpulkan data. partisipasi penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen. Kemudian analisis data untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah implemntasi pembelajaran Case Based Learning (Cbl) yang meliputi : 1) perencanaan pembelajaran dosen dengan menyiapkan rencana pembelajaran semester (RPS), matrik perencanaan RPS dan lembar observasi berfikir kritis mahasiswa 2) pelaksanaan pembelajaran dengan Case based learning (CBL) berupa pelaksanaan observasi, wawancara, kajian pustaka bahan ajar dan diskusi kelompok dalam memecahkan kasus serta laporan hasil akhir belajar. 3) evaluasi pembelajaran dengan penilaian kognitif, afektif dan psikomotorik serta lembar observasi untuk mengetahui peningkatan kemampuan berfikir kritis mahasiswa. Kelebihan dan kelemahan pembelajaran Case based learning (CBL) yaitu kelebihan berupa konteks nyata dalam pembelajaran, keterampilan kritis dan kerja sama tim sedangkan kelemahannya berupa keterbatasan waktu, ketergantungan pada kasus, kesulitan penilaian.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURALISME PADA PEMUDA MELALUI PENDALAMAN TEMPAT BERSEJARAH DI KECAMATAN SOKARAJA, KABUPATEN BANYUMAS Rosyida Nur Azizah
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65669/ib.v1i2.232

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berdasarkan kepedulian para pemuda yang membentuk sebuah komunitas dengan tujuan ingin memperdalam pengetahuan dan pengalaman terkait tempat bersejarah yang ada di wilayah Kecamatan Sokaraja. Pemuda-pemuda tersebut berasal berbagai wilayah desa se Kecamatan Sokaraja yang terdiri dari berbagai macam-macam agama dan etnis. Kegiatan yang dilakukan oleh pemuda tersebut yaitu berjalan dari satu tempat ketempat lainnya yang memiliki nilai sejarah di dalamnya. Dengan melakukan pengamatan dan wawancara kepada orang yang paham akan sejarah bangunan-bangunan tersebut. Tak hanya dengan pengamatan dan wawancara saja, mereka juga bekerjasama dengan pemerintah Kecamatan Sokaraja dan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Banyumas agar kegiatan yang mereka lakukan yaitu pendalaman tempat bersejarah tersebut dapat terarsip dengan baik. Kegiatan tersebut menjadi wadah yang efektif dalam mengembangkan kerukunan, persatuan, kerjasama, saling menghormati, saling menghargai, toleransi dan keharmonisan antara individu satu dengan yang lainnya. Di wilayah Kecamatan Sokaraja memiliki berbagai tempat-tempat yang dinilai bersejarah seperti Klenteng Hok Tek Bio Sokaraja, SD Kristen Sokaraja Kidul, Eks Stasiun Kereta Api Sokaraja, Bangunan samping pasar Sokaraja, Bangunan wilayah Kecamatan Sokaraja dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk menginternalisasi nilai-nilai multikultural pada pemuda melalui pendalaman tempat bersejarah yang ada di wilayah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan dalam teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan sementara sejauh pengamatan peneliti yang didapatkan internalisasi nilai-nilai multikultural melalui pendalaman tempat bersejarah dapat menjadi penghubung pluralisme Pemuda dari beragam etnis dan agama untuk mencapai kedekatan, kerjasama, kerukunan, saling menghormati, saling menghargai, kesetaraan, harmonisasi, dan toleransi yang sebelumnya belum terbentuk. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan khazanah keilmuan pendidikan Islam.
Implementasi Metode Murottal Terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Sekolah Inklusi: Studi Korelasi di SD Lazuardi Kamila Global Compassionate School Surakarta Hadiisantoso Hadi Santoso; Mardhiyah AW; Khoerunnisa
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 01 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan implementasi metode murottal pengaruhnya terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa pada sekolah inklusi dengan mengambil latar di SD Lazuardi Kamila Global Compassionate School Surakarta dengan menggunakan metode kuantitatif, dengan jumlah populasi 217 siswa. metode sampling nonprobability sampling adalah siswa kelas 5 sebanyak 30 siswa. Menggunakan analisis data kolerasi Product Moment nilai rxy = 0,588 setelah dikonsultasikan dengan r tabel pada taraf signifikansi 5%N (df) = 30 r tabel = 0,361 dan jika apabila dikonsultasikan pada taraf signifikansi 1%N (df) = 30 r tabel = 0,463 yang dapat dinyatakan rxy> rtabel. Sehingga hipotesis yang menyatakan implementasi penggunaan metode murottal berpengaruh terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SD Lazuardi Kamila GCS Surakarta teruji dan diterima kebenarannya.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Mata Pelajaran Fikih Di MA Hidayatul Athfal Nailatus Salma; Amalina Istiqomah; Nur Luluk Amalia; Nailatus Salma; Widodo Hami
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 01 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat pendidikan sangat penting bagi kelangsungan hidup individu dan masyarakat di masa depan, maka pendidikan harus dilaksanakan secara efektif di setiap daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kurikulum merdeka pada pembelajaran fiqih di MA Hidayatul Athfal dilaksanakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis deskriptif penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Fiqih di MA Hidayatul Athfal efektif dan sistematis, terutama kurikulum, metode pengajaran, bahan ajar, bahan kajian, fasilitas yang sesuai, dan sumber belajar yang sesuai menunjukkan ketersediaannya kebutuhan siswa. Terdapat pula kendala dalam pelaksanaannya di MA Hidayatul Athfal. Dua penyebabnya adalah belum tersedianya buku paket fiqih kurang lengkap sebagai sumber belajar di sekolah dan terbatasnya akses guru terhadap bahan referensi pembelajaran mandiri. Oleh karena itu, guru harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan sumber belajar dan beradaptasi dengan perubahan kurikulum.
Konsep Dasar dan Ruang Lingkup Manajemen Madrasah/Sekolah Abidatul Chasanah Chasanah; Moh Irfannur Rasyid; Laila Badriyah
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 01 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The basic concept of Islamic educational leadership is an interesting topic that has received serious attention from teachers and educators. Teaching quality can be checked through educational management methods. This study discusses the notion of Islamic education administration, the principles of Islamic education administration, the basics of Islamic education administration, and the scope of Islamic education administration with the aim of understanding the basic concepts of administration. Islamic education requires the madrasah MBM system to independently research, distribute, prioritize key issues, monitor education, and be accountable for strengthening community and state resources. MBM is also a form of educational reform which provides special serving madrasas to provide better and proper education to students. It can also improve employee performance, enable direct stakeholder participation, and increase public understanding of the training. With regard to reforming madrasa administration, we cannot abandon the principles of general administration, because they are very urgent in institutions and institutions, because administration can lead and make such a big and strong contribution. Several reforms to Islamic boarding schools in terms of system and management issues can be used as an integral part of the improvement and development of madrasa educational institutions in the future. Keywords: management, madrasah management, Islamic education
Analisis Olah Raga Menurut Prespektif Sunah Rosululloh Saw Dalam Implikasi Kesehatan Jasmani dan Rohani Budi Wijaya; Dian Imam Saefullah
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 01 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exercise is a physical skill in maintaining and improving the quality of health, both physical and spiritual health. Islam views health as very important because health is the main factor not only in realizing human relationships with their creator, but also contains comprehensive, harmonious, clear and logical values. In this discussion, we consider the Rosululloh saw's guidelines for sports and the importance of exercise for physical and spiritual health. The focus of this research concerns any sport from the perspective of the sunnah of Rosululloh saw as well as the implications for physical and spiritual health in relation to Rosululloh saw's guidelines. In this case, the researcher examines the hadith of the Prophet SAW through literature review by taking sources of the Prophet's hadith and their interpretations. Literature review is a research method with a qualitative approach by collecting data from the source to answer the focus of the research by drawing conclusions. Rosululloh SAW encouraged his friends, especially Muslims, to always do the recommended sports such as running, swimming, archery and horse riding. This aim is in addition to exercise. The military basis for agility and physical fitness also contains spiritual education values ​​such as responsibility, honesty, discipline, courage and so on. The benefits contained in sport, apart from physical health, are also spiritual health, which can build character for spiritual and emotional health. Sports law is permissible for those who carry it out as long as it does not contain gambling, immorality or harm to other people.
Relevansi Wajib Belajar 12 Tahun Dengan Kewajiban Belajar Dalam Perspektif Tafsir Dan Hadis Tarbawi Nur Ali Subhan; Faiz Adittian; Bangkit Rizka Wibowo
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 01 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract; This article aims to analyze the relevance of the government's compulsory education program with the obligation to study from the perspective of tarbawi interpretation and hadith. This research uses a library research method with a qualitative descriptive approach. Data collection was carried out through documentation methods with content analysis techniques to systematically analyze the content of messages and reveal the symbolic meaning implied in primary sources. The research results show that there is a strong relevance between the concept of twelve years of compulsory education in the government program and the obligation to study from the perspective of tarbawi interpretation and hadith. The views of tarbawi interpretations and hadith regarding the concept of the obligation to study in Islam cover all aspects of life with the principle that education is holistic and carried out throughout life; long life education, starting from life in the womb until the end of life; min al-mahdi ila al-lahdi. The dimensions of education include education for happiness in life in the world to safety in the afterlife. Learning and the educational process is a system that must be implemented and must be followed individually and collectively with the aim of strengthening faith and piety. The relevance of the government's twelve-year compulsory education program with the obligation to study in the perspective of tarbawi interpretation and hadith that learning is a basic human need. Substantially, education is a basic need and specifically can only be provided for humans. Learning as a means to improve the quality of life, learning leads to the formation of the whole person and as a strategic vehicle for developing individual potential that is comprehensive and balanced between the inner and outer. Learning as a step to happiness, Islam views one way to obtain world prosperity and happiness in the afterlife through learning and the educational process. Through the learning process of worldly orientation, humans will be guided and directed and spiritualized into a worldly orientation.

Page 1 of 3 | Total Record : 29