Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko keselamatan kerja pada peternakan ayam petelur skala kecil di Desa Talok, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, menggunakan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Observasi lapangan dilakukan pada empat aktivitas utama, yaitu pengolahan pakan, pemberian pakan, pembersihan kandang, dan pemanenan telur. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar aktivitas berada pada kategori risiko sedang, dengan penyemprotan disinfektan sebagai aktivitas berisiko tinggi. Risiko yang teridentifikasi meliputi lantai licin, paparan bahan kimia, postur kerja tidak ergonomis, paparan debu pakan, kebisingan, dan beban angkat berlebih yang berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal. Upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi penerapan kontrol teknis (ventilasi, drainase, alat bantu mekanis, mekanisasi proses), pengendalian administratif (SOP, rotasi tugas, pelatihan ergonomi), serta penggunaan alat pelindung diri. Penerapan prinsip K3 secara sistematis dan berkelanjutan diharapkan mampu menurunkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja sekaligus meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur. Kata kunci: Keselamatan dan kesehatan kerja, HIRADC, peternakan ayam petelur, identifikasi bahaya, analisis risiko.
Copyrights © 2026