Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi Early Warning System (EWS) dalam mitigasi bencana gempa dan tsunami di Kota Palu tahun 2018. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai jurnal ilmiah, laporan resmi BNPB, BMKG, UNESCO-IOC, serta dokumen kebencanaan lainnya. Analisis dilakukan menggunakan teori efektivitas program Budiani yang meliputi ketepatan sasaran, sosialisasi program, pencapaian tujuan, dan pemantauan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi EWS di Kota Palu belum berjalan optimal. Beberapa kendala utama meliputi tidak berfungsinya sirine tsunami, gangguan jaringan komunikasi dan listrik saat bencana terjadi, keterbatasan pemeliharaan perangkat, serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap jalur evakuasi dan respons bencana. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas EWS tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh kapasitas komunikasi risiko, kesiapsiagaan masyarakat, dan koordinasi kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem komunikasi darurat, pemeliharaan perangkat secara berkala, serta edukasi mitigasi bencana yang berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas EWS di wilayah rawan tsunami.
Copyrights © 2026