Sektor perikanan merupakan salah satu potensi unggulan dalam mendukung pembangunan ekonomi wilayah pesisir. Kampung Talisayan di Kabupaten Berau memiliki sumber daya perikanan yang melimpah, namun pemanfaatannya belum sepenuhnya memberikan nilai tambah optimal bagi masyarakat. Sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih berorientasi pada produksi yang sederhana, sehingga peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui inovasi produk belum dimanfaatkan secara optimal. Kurangnya pengetahuan mengenai teknik pengolahan modern, keterbatasan modal usaha, serta minimnya pendampingan menjadi faktor yang memengaruhi lambatnya perkembangan usaha olahan ikan di Kampung Talisayan. Akibatnya, UMKM sulit berkembang dan belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas di luar wilayah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran diversifikasi usaha olahan ikan dalam meningkatkan nilai tambah serta implikasinya terhadap pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap delapan pelaku UMKM olahan ikan di Kampung Talisayan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ialah diversifikasi usaha olahan ikan di Kampung Talisayan memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya perikanan lokal serta mendukung pembangunan ekonomi masyarakat pesisir. Diversifikasi dilakukan melalui pengolahan ikan menjadi berbagai produk seperti amplang ikan, pentolan ikan, tahu bakso ikan, pempek ikan, kerupuk ikan, dan abon ikan. Pengolahan tersebut memberikan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan menjual ikan dalam bentuk segar sehingga mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.
Copyrights © 2026