Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KEBERADAAN UMKM GULA MERAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA DI KAMPUNG DUMARING Lisa Puspitasari; Wahid Hasyim; Gunawan Wibisono; Omar Dhanny; Elyana Elyana; Maria Seotiana Uto Kenin; Henny Fariha
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v10i1.2882

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Salah satu potensi unggulan terdapat pada usaha pengolahan gula merah di Desa Dumaring, Kabupaten Berau, yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya usaha kreatif dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga dan desa melalui pengembangan usaha gula merah. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha, perangkat desa, dan masyarakat mengenai peningkatan produktivitas, strategi pemasaran digital, serta pengemasan produk yang lebih menarik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait pemasaran digital dan inovasi kemasan. Namun, UMKM masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, akses pasar, teknik produksi yang masih tradisional, serta lemahnya manajemen usaha. Oleh karena itu, diperlukan penguatan melalui peningkatan kapasitas SDM, penerapan teknologi tepat guna, inovasi produk, pengembangan jaringan pemasaran, serta dukungan pemerintah agar usaha gula merah berkembang secara berkelanjutan. Abstract. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in improving community welfare, particularly in rural areas. One promising sector is brown sugar processing in Dumaring Village, Berau Regency, which contributes to household income, job creation, and local economic growth. This community service program aimed to strengthen entrepreneurs' understanding of the importance of creative business development in enhancing household and village economies through brown sugar production. A qualitative approach was employed through socialization and mentoring activities involving business owners, village officials, and local residents. The program focused on increasing production capacity, introducing digital marketing strategies, and improving product packaging to enhance market appeal. The results showed that participants gained better knowledge of digital marketing and packaging innovation. Nevertheless, several challenges remain, including limited business capital, restricted market access, traditional production methods, and weak business management. To address these issues, strengthening strategies are needed through human resource capacity building, the adoption of appropriate technology, product innovation, expanded marketing networks, and support from the government and relevant institutions. These efforts are expected to promote sustainable business growth while improving community welfare and supporting local economic development.
Diversifikasi Usaha Olahan Ikan Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Ekonomi Berbasis Sumber Daya Lokal Di Kampung Talisayan Elyana; Safitri Nurhidayati; Lisa Puspitasari
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Mei - Agustus In Progress
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor perikanan merupakan salah satu potensi unggulan dalam mendukung pembangunan ekonomi wilayah pesisir. Kampung Talisayan di Kabupaten Berau memiliki sumber daya perikanan yang melimpah, namun pemanfaatannya belum sepenuhnya memberikan nilai tambah optimal bagi masyarakat. Sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih berorientasi pada produksi yang sederhana, sehingga peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui inovasi produk belum dimanfaatkan secara optimal. Kurangnya pengetahuan mengenai teknik pengolahan modern, keterbatasan modal usaha, serta minimnya pendampingan menjadi faktor yang memengaruhi lambatnya perkembangan usaha olahan ikan di Kampung Talisayan. Akibatnya, UMKM sulit berkembang dan belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas di luar wilayah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran diversifikasi usaha olahan ikan dalam meningkatkan nilai tambah serta implikasinya terhadap pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap delapan pelaku UMKM olahan ikan di Kampung Talisayan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ialah diversifikasi usaha olahan ikan di Kampung Talisayan memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya perikanan lokal serta mendukung pembangunan ekonomi masyarakat pesisir. Diversifikasi dilakukan melalui pengolahan ikan menjadi berbagai produk seperti amplang ikan, pentolan ikan, tahu bakso ikan, pempek ikan, kerupuk ikan, dan abon ikan. Pengolahan tersebut memberikan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan menjual ikan dalam bentuk segar sehingga mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.