Quarter life crisis merupakan fenomena psikologis yang umum terjadi pada masa dewasa awal dan ditandai dengan kebingungan identitas, kecemasan masa depan, serta ketidakpastian peran sosial. Mahasiswa sebagai individu yang berada pada fase transisi menuju dunia kerja memiliki kerentanan tinggi terhadap kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna religiusitas sebagai sistem pembentukan makna dalam menghadapi quarter life crisis dalam perspektif psikologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah lima mahasiswa berusia 20–25 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas dimaknai sebagai sumber ketenangan, harapan, kontrol emosi, makna hidup, dan kekuatan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas tidak hanya berfungsi sebagai religius coping, tetapi juga sebagai sistem rekonstruksi makna dalam menghadapi krisis eksistensial.
Copyrights © 2026