Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Body Shaming Terhadap Kepercayaan Diri Siswi Smk Sunan Kalijogo Jabung Nabila Erica Ristanti; Rindra Risdiantoro
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 4 No. 2 (2022): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body shaming affects self-confidence in social interactions, because physical humiliation makes a person feel uncomfortable to the point of embarrassment when he is in society. And makes a person not believe in himself and feel insecure to the point where he can distance himself from his environment. Because Body shaiming can also lead to bullying. In this study, the quantitative method was used, namely a research procedure that produced descriptive data in the form of words and numbers from people or observable behavior. The quantitative approach emphasizes its analysis on numerical data processed using statistical methods via SPSS. Based on the results of the regression test that has been carried out, there is an effect of body shaming on self-confidence in female students at SMK Sunan Kalijogo Jabung, with a closeness correlation in the moderate category. In the results of this study, female students who experienced high body shaming caused themselves to experience insecurity or it could be said that the higher the body shaming, the higher they felt insecure. Based on the results of the study it is known that some students are at a moderate level in Body Shaming, peer social support, self-confidence. Therefore the researchers suggest eliminating the culture of Body Shaming by avoiding making negative comments on one's appearance, because these comments can unknowingly have an impact on one's psychological condition.
Penerapan 5M dan Vaksinasi dalam Meningkatkan Kesadaran Diri Masyarakat Saat Pandemi Covid-19 di Kelurahan Sukorejo Kota Blitar Winarto Winarto; Rindra Risdiantoro; Adam Yordan; Muhammad Nanang Mubarok
TAAWUN Vol. 2 No. 02 (2022): TA'AWUN AUGUST 2022
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v2i02.322

Abstract

Vaccination or immunization aims to make a person's immune system able to recognize and quickly fight bacteria or viruses that cause infection. The goal to be achieved by giving the COVID-19 vaccine is to reduce morbidity and mortality due to this virus. Although not 100% able to protect a person from Corona virus infection, this vaccine can reduce the possibility of severe symptoms and complications due to COVID-19. Efforts to prevent Covid-19 are to comply with health protocols. The purpose of this activity is to help Sukorejo Village in tackling the prevention of COVID-19. The method used is to educate the public on the importance of complying with health protocols and following vaccinations. The strategy used is to go directly to the community. The difficulty experienced is the community's disobedience to the importance of maintaining 5M. The result of the activity is that there are students in the midst of the community, little by little the community is starting to become aware of the existence of Covid-19.
Diklat Pengembangan Kompetensi Guru TPQ An Nahdliyah Di Lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kab. Tulungagung Winarto; Nur Yanah; Rindra Risdiantoro; Subhan
La-Syakka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): La-Syaka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa Diklat Pengembangan Kompetensi Guru TPQ An Nahdliyah di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Tulungagung dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam kontemporer. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kapasitas pedagogik, manajerial, dan spiritual guru TPQ sehingga mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan metode pembelajaran yang kreatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan santri. Metode pelaksanaan diklat menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, serta praktik langsung penyusunan perangkat ajar. Peserta dilibatkan secara aktif dalam mengidentifikasi kebutuhan, merumuskan strategi, dan mempraktikkan keterampilan baru. Selain itu, evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta observasi praktik mengajar guna menilai keterampilan pedagogik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep pembelajaran berbasis nilai, kemampuan menyusun Rencana Pembelajaran Harian (RPH), serta keterampilan mengelola kelas secara lebih komunikatif. Guru TPQ juga melaporkan bertambahnya motivasi dan kepercayaan diri dalam mengajar. Dengan demikian, diklat ini berkontribusi nyata terhadap penguatan kompetensi guru TPQ An Nahdliyah dan diharapkan menjadi model pengembangan berkelanjutan bagi lembaga pendidikan Ma’arif NU di Tulungagung.
Makna Religiusitas sebagai Sistem Pembentukan Makna pada Mahasiswa yang Mengalami Quarter Life Crisis dalam Perspektif Psikologi Hana Athia Akhzalini; Parid Rilo Pambudi; Rindra Risdiantoro
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v8i1.4817

Abstract

Quarter life crisis merupakan fenomena psikologis yang umum terjadi pada masa dewasa awal dan ditandai dengan kebingungan identitas, kecemasan masa depan, serta ketidakpastian peran sosial. Mahasiswa sebagai individu yang berada pada fase transisi menuju dunia kerja memiliki kerentanan tinggi terhadap kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna religiusitas sebagai sistem pembentukan makna dalam menghadapi quarter life crisis dalam perspektif psikologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah lima mahasiswa berusia 20–25 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas dimaknai sebagai sumber ketenangan, harapan, kontrol emosi, makna hidup, dan kekuatan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas tidak hanya berfungsi sebagai religius coping, tetapi juga sebagai sistem rekonstruksi makna dalam menghadapi krisis eksistensial.
Hubungan Religiusitas Dengan Kinerja Guru Di Madrasah Ibtidaiyah Anbaul Ulum Pakis Kembar Pakis Kabupaten Malang Rindra Risdiantoro
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v7i2.4492

Abstract

Fenomena religiusitas guru di lingkungan madrasah cukup baik tetapi kualitas kinerja guru belum sepenuhnya optimal dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran di di Madrasah Ibtidaiyah Anbaul Ulum Pakis Kembar Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara religiusitas dan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel. Populasi penelitian terdiri dari seluruh guru MI berjumlah 10 orang, yang sekaligus dijadikan sampel penelitian (studi populasi). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner religiusitas dan kinerja guru yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi uji normalitas, uji linieritas, dan uji korelasi Pearson. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sedangkan uji linieritas mengindikasikan bahwa hubungan kedua variabel berada pada pola linier. Meskipun demikian, hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,461 dengan signifikansi 0,180 (> 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dan kinerja guru. Temuan ini menjelaskan bahwa religiusitas sebagai aspek psikologis internal yang mencakup keyakinan, pengalaman spiritual, serta komitmen pribadi terhadap ajaran agama tidak secara otomatis terwujud dalam kualitas kerja profesional guru apabila tidak didukung faktor eksternal seperti kompetensi pedagogik, pelatihan berkelanjutan, supervisi akademik, manajemen kelas yang baik, serta fasilitas pembelajaran yang memadai.
Menciptakan Kampung Sehat dan Ramah Lingkungan di Dusun Jilu Desa Sidomulyo Kecamatan Jabung Meyla Nur Vita Sari; Gatut Setiadi; Rindra Risdiantoro; Hufron
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v6i1.3471

Abstract

Kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai konsep Kampung Sehat dan Ramah Lingkungan di Dusun Jilu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, dilaksanakan pada 22 Agustus 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengimplementasikan praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan partisipasi aktif dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk Ibu Ketua RW, Ketua PKK, remaja, dan ibu rumah tangga, kegiatan ini berhasil membangkitkan antusiasme warga Dusun Jilu dalam mengelola sampah, melakukan penghijauan, dan memanfaatkan sumber daya air secara bijak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan warga, terutama dalam pengelolaan sampah dan penghijauan. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas pendukung dan perlunya edukasi lebih lanjut. Rekomendasi yang diberikan mencakup pengadaan fasilitas pemisahan sampah, penyediaan bibit tanaman, edukasi lanjutan, pembentukan kelompok kerja lingkungan, serta pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan komitmen dan kerjasama dari seluruh pihak, Dusun Jilu berpotensi menjadi model kampung yang sehat dan ramah lingkungan, serta menjadi inspirasi bagi komunitas lain dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Bakti Sosial Dalam Kegiatan Bersih Sungai Untuk Pencegahan Banjir Di Dusun Gedangan Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Rindra Risdiantoro; Meyla Nur Vitasari; Sholihun
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v6i2.4504

Abstract

Kegiatan bakti sosial dalam bentuk bersih sungai merupakan upaya nyata yang dilakukan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah risiko bencana banjir. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Gedangan, Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, dengan fokus pada pembersihan bantaran sungai, aliran sungai, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta pemasangan papan peringatan dan lampu penerangan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Partisipatori (PTP), yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh proses kegiatan mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam pelaksanaan program ini, mahasiswa KKN bersama dosen pembimbing bekerja sama dengan pemerintah desa, masyarakat lokal, dan perangkat dusun untuk menyelesaikan persoalan kebersihan sungai yang selama ini menjadi penyebab tersumbatnya aliran air dan meningkatnya risiko banjir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kerja sama lintas sektor mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan pengelolaan sampah secara lebih baik. Pembersihan bantaran sungai, pembersihan DAS, serta edukasi lingkungan memberikan dampak langsung terhadap kelancaran aliran sungai dan kualitas lingkungan. Selain itu, pemasangan lampu penerangan serta plakat peringatan memperkuat aspek keberlanjutan program. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan perubahan fisik pada lingkungan, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan masyarakat serta mendorong kemandirian desa dalam menjaga kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan. Dengan demikian, kegiatan bakti sosial ini terbukti efektif dalam membangun kolaborasi, meningkatkan kepedulian, dan menciptakan solusi berkelanjutan bagi masyarakat.