Keterbatasan fasilitas perpustakaan di sekolah dasar menjadi salah satu hambatan dalam menumbuhkan minat baca dan budaya literasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengkaji penerapan pohon literasi sebagai inovasi pembelajaran dalam mengatasi keterbatasan perpustakaan di SDN Cimande 04. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru kelas dan lingkungan sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan perpustakaan berdampak pada rendahnya minat baca siswa serta belum terbentuknya budaya literasi yang optimal. Upaya literasi melalui pojok baca kelas telah dilakukan, namun belum berjalan maksimal karena keterbatasan pengelolaan dan media pendukung yang menarik. Penerapan pohon literasi muncul sebagai inovasi pembelajaran yang kontekstual, sederhana, dan aplikatif. Pohon literasi dapat direkomendasikan sebagai alternatif solusi pembelajaran untuk mendukung penguatan budaya literasi sekolah dasar yang memiliki keterbatasan fasilitas perpustakaan.
Copyrights © 2026