Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi siswa kelas II Sekolah Dasar serta keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran, khususnya penggunaan media berbasis teknologi.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai dasar pengembangan inovasi media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis kebutuhan melalui wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas II, serta observasi terbatas di sekolah dasar. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi, motivasi belajar, serta keterbatasan fasilitas sekolah menjadi hambatan utama dalam pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan media pembelajaran cetak berupa Kartu Aksi Bermakna yang terdiri dari kartu baca, kartu aksi, dan kartu refleksi. Media ini dirancang sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia yang sederhana, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas rendah.
Copyrights © 2026