Jurnal Abdimas Indonesia
Vol 8, No 1 (2026): JURNAL ABDIMAS INDONESIA

OPTIMALISASI PERAN KADER DALAM MENANGANI STIGMA DAN MEMPERKUAT RESPONS TERHADAP GANGGUAN JIWA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Sunarto Sunarto (Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Eska Agustin Putri Susanti (Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Titik Kuntari (Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Utami Utami (Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Baiq Rohaslia Rhadiana (Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Ade Indah Wahdini (Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Binta Setya Febrina (Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Nur Aisyah Jamil (Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Pariawan Lutfi Ghazali (Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Yayuk Fathonah (Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Yaltafit Abror Jeem (Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Sani Rachman Soleman (Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Punik Mumpuni Wijayanti (Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)
Vita Widyasari (Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2026

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki peringkat tertinggi gangguan jiwa di Indonesia. Gangguan jiwa berdampak besar bagi pasien, keluarga dan masyarakat sekitar. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas, mengganggu kualitas hidup, dan tidak sedikit yang berakhir dengan pemasungan atau bahkan bunuh diri. Pendampingan kader terhadap orang dengan gangguan jiwa dan keluarga sangat dibutuhkan, namun baru 40% kader yang mendapatkan pelatihan. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi kader. Sebanyak 52 kader kesehatan jiwa DIY pada 24 Mei 2025 mendapatkan pelatihan. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis menggunakan paired t-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah pelatihan (p=0,000). 

Copyrights © 2026