Rendahnya minat baca peserta didik serta belum optimalnya pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar menjadi permasalahan yang dihadapi SD Negeri 100206 Pintupadang dalam mengembangkan budaya literasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun sudut baca inovatif yang terintegrasi dengan budaya lokal sebagai media literasi yang menarik, kontekstual, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi kebutuhan, perancangan dan penataan sudut baca, penyediaan bahan bacaan berbasis budaya lokal, pelatihan guru mengenai pengelolaan sudut baca, pendampingan implementasi kegiatan literasi, serta evaluasi program. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sudut baca yang dikembangkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan menarik, meningkatkan partisipasi peserta didik dalam kegiatan membaca, memperkuat keterlibatan guru dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran, serta menumbuhkan apresiasi peserta didik terhadap nilai-nilai budaya daerah. Selain itu, sekolah memperoleh model pengelolaan sudut baca yang mudah diterapkan dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari Gerakan Literasi Sekolah. Dengan demikian, pengembangan sudut baca inovatif terintegrasi budaya terbukti menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat budaya literasi sekaligus melestarikan kearifan lokal di lingkungan sekolah dasar.
Copyrights © 2026