Yūsuf al-Qarḍāwī seorang cendikiawan muslim kontemporer berkebangsaan Mesir sudah banyak menuangkan kontribusi terutama pada wilayah kajian hadis. Namun di samping keahliannya tersebut, Qarḍāwī kerap dikritik karena disinyalir sebagai anggota Ikhwānul Muslimūn. Oleh sebab itu penulisan artikel ini difungsikan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman hadis Yūsuf al-Qarḍāwī dalam hadis Al-Ghuluw Fī Al-Dīn yang berada pada karyanya yaitu Al-Ṣaḥwah al-Islāmiyyah Bayn al-Juḥūd wa al-Taṭarruf. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks, dimana teks hadis akan diambil melalui data primer dari kitab Al-Ṣaḥwah al-Islāmiyyah Bayn al-Juḥūd wa al-Taṭarruf. Dalam penelitian ini yang dilakukan adalah pembacaan pemahaman Yūsuf al-Qarḍāwī terkait hadis yang bersangkutan, baik dari segi asbāb al-wurūd dan kata lain dari al-Ghuluw. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa kata Ghuluw dalam hadis mencakup pemaknaan yang luas. Oleh karena itu makna Ghuluw dalam pandangan Yūsuf al-Qarḍāwī tidak hanya ditujukan kepada tokoh pendahulu seperti ahli kitab atau kaum Nasrāni, namun juga kepada para kelompok fanatik dan para rezim pemerintah yang secara berlebihan memaksa para Ikhwānul Muslimūn agar tunduk dengan sepenuhnya terhadap pemerintah.
Copyrights © 2026