Penggunaan second account Instagram di kalangan Generasi Z semakin berkembang sebagai ruang yang lebih privat untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi melalui proses self-disclosure. Tingkat keterbukaan diri tersebut diduga berkaitan dengan self-esteem yang dimiliki individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat self-esteem, tingkat self-disclosure, serta hubungan antara kedua variabel pada pengguna second account Instagram di kalangan mahasiswa Generasi Z Program Studi Rekam Medis STIKES Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 108 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui skala Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised (SLCS-R) untuk mengukur self-esteem dan skala self-disclosure berdasarkan aspek yang dikemukakan Hargie. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki self-esteem dan self-disclosure pada kategori sedang. Hasil uji korelasi memperoleh nilai r = 0,006 dengan signifikansi p = 0,948, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dan self-disclosure. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbukaan diri pada second account Instagram lebih mungkin dipengaruhi oleh faktor lain di luar self-esteem.
Copyrights © 2026