Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan antara Loneliness dengan Smartphone Addiction pada Remaja Patmawati Suleman; Salahuddin Liputo; Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2665

Abstract

Penggunaan smartphone pada remaja bisa menimbulkan berbagai dampak, salah satunya loneliness yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan smartphone addiction pada remaja di SMK Negeri 1 Pulubala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 264 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan hasil screening dari populasi sebanyak 329 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala UCLA loneliness scale (UCLA-LS) dan smartphone addiction scale (SAS). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara loneliness dengan smartphone addiction dengan nilai koefisien korelasi r = -0,162 dan nilai signifikansi p = 0,008. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan yang lemah, di mana semakin tinggi tingkat smartphone addiction maka semakin rendah tingkat loneliness. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan smartphone pada remaja lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kesenangan, kenyamanan, serta kebutuhan untuk tetap terhubung secara sosial, bukan semata-mata durasi penggunaan. Selain itu, smartphone juga dapat berfungsi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan sosial dan emosional remaja dalam kehidupan sehari-hari secara positif dan mendukung serta membantu menjaga kualitas hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya secara lebih efektif dan bermakna sehingga dapat menjadi alternatif dalam mengurangi perasaan kesepian yang dialami oleh remaja di era digital saat ini dan tetap menjaga keseimbangan antara kehidupan online dan tatap muka.
Efektivitas Gaming Addiction Awareness Programme (GAME) sebagai Intervensi Preventif Berbasis Komunitas dalam Mencegah Kecanduan Game Online pada Siswa Sekolah Dasar Sri Ayu Mutmainah Kurniawati; Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi; Irsyad; Ridha Habibah
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 7 No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1: Mei 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v7i1.4905

Abstract

This study evaluated the effectiveness of the Gaming Addiction Awareness Programme (GAME) as a community-based intervention to increase knowledge and awareness of online gaming addiction among 41 elementary school students. Using a one-group pretest–posttest quasi-experimental design, the results showed a significant increase in knowledge scores (t = -9.348; p < 0.05). Qualitatively, there was an increase in student awareness, understanding among teachers and parents, and the emergence of school policies restricting mobile phone use. These findings indicate that an integrative community approach is effective in improving literacy and supporting the prevention of online gaming addiction in children.
Hubungan Self-Esteem dengan Self-Disclosure pada Pengguna Second Account Instagram di Kalangan Mahasiswa Generasi Z Program Studi Rekam Medis Stikes Gorontalo Faizah Muksin Badar; Fendi Ntobuo; Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3045

Abstract

Penggunaan second account Instagram di kalangan Generasi Z semakin berkembang sebagai ruang yang lebih privat untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi melalui proses self-disclosure. Tingkat keterbukaan diri tersebut diduga berkaitan dengan self-esteem yang dimiliki individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat self-esteem, tingkat self-disclosure, serta hubungan antara kedua variabel pada pengguna second account Instagram di kalangan mahasiswa Generasi Z Program Studi Rekam Medis STIKES Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 108 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui skala Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised (SLCS-R) untuk mengukur self-esteem dan skala self-disclosure berdasarkan aspek yang dikemukakan Hargie. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki self-esteem dan self-disclosure pada kategori sedang. Hasil uji korelasi memperoleh nilai r = 0,006 dengan signifikansi p = 0,948, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dan self-disclosure. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbukaan diri pada second account Instagram lebih mungkin dipengaruhi oleh faktor lain di luar self-esteem.
Is Love Addiction Always Detrimental? Evidence from Romantic Satisfaction in Early Adults Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 4, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.4.2.47-55.2025

Abstract

Romantic relationships play an important role in fulfilling emotional needs during early adulthood. One factor influencing relationship dynamics is love addiction, characterized by intense emotional attachment to a romantic partner. This study aimed to examine the relationship between love addiction and romantic satisfaction among individuals aged 18–30 years. A quantitative correlational design was employed. Participants were early adults currently involved in a romantic relationship. Data were collected using the Love Addiction Inventory (LAI) to assess levels of love addiction and the Couples Satisfaction Index (CSI-16) to measure romantic satisfaction. Statistical correlation analysis was conducted to test the relationship between variables. The results revealed a significant positive relationship between love addiction and romantic satisfaction, indicating that higher levels of love addiction were associated with greater satisfaction in romantic relationships. These findings suggest that, within the context of early adulthood, love addiction may be perceived as an intense form of emotional attachment that contributes positively to relationship satisfaction. This study provides empirical insight into romantic relationship dynamics and offers a foundation for future research on the adaptive and maladaptive aspects of love addiction.
PERASAAN CINTA PADA WANITA DEWASA AWAL Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 3, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.3.2.67-74.2024

Abstract

Understanding love can help individuals understand the relationship between an individual and their partner, at least each individual has several characteristics of love which when they are in a relationship and marriage require them to unite two or even more characteristics of love. The aim of this research is to explore the meaning of love for women who are in the early adult development stage. The criteria for participants in this study were women in the early adult development stage who were married. This research uses a type of phenomenological research by providing open questions to participants which then produces four themes from the data obtained, namely physical touch, expressions of love, attraction, and things related to love.
THE ROLE OF TOXIC LEADERSHIP AND ANXIETY ON LECTURER MOTIVATION PERFORMANCE Christy Ruth Titiari Nainggolan; Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi; Laras Ayu Sekarrini
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 4, No 1 (2025): April 2025
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.4.1.9-17.2025

Abstract

Lecturers, as educators and teaching staff, play a crucial role in improving the quality of education, reflecting their performance. However, toxic leadership and anxiety can impact lecturer performance. This study aims to determine the impact of toxic leadership and anxiety on lecturer performance using a quantitative ex post facto study of lecturers and teaching staff in higher education. The study found that toxic leadership and anxiety consistently impacted their performance, leading to a decline in performance if lecturers and teaching staff experience these issues continuously.
THE EFFECTIVENESS OF COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY ON INSOMNIA IN COLLEGE STUDENTS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi; Zulkarnain Antu
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 4, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.4.2.57-63.2025

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami mahasiswa dan berdampak pada fungsi kognitif, regulasi emosi, serta performa akademik. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang direkomendasikan untuk mengatasi insomnia adalah Cognitive Behavior Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Cognitive Behavior Therapy terhadap insomnia pada mahasiswa melalui metode systematic literature review. Proses penelusuran literatur dilakukan pada beberapa basis data ilmiah seperti PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan rentang publikasi 10 tahun terakhir. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian empiris yang menggunakan desain eksperimen atau kuasi-eksperimen, subjek mahasiswa, serta mengukur tingkat insomnia sebelum dan sesudah intervensi CBT. Proses seleksi artikel mengikuti alur PRISMA, meliputi identifikasi, skrining, kelayakan, dan inklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa CBT, baik dalam format tatap muka maupun daring, secara signifikan menurunkan skor insomnia, meningkatkan kualitas tidur, serta mengurangi gejala kecemasan dan stres yang berkontribusi terhadap gangguan tidur pada mahasiswa. Komponen utama CBT seperti restrukturisasi kognitif, sleep hygiene, kontrol stimulus, dan teknik relaksasi terbukti efektif dalam memodifikasi pola pikir dan perilaku maladaptif terkait tidur. Temuan ini mengindikasikan bahwa CBT merupakan intervensi yang efektif dan berbasis bukti dalam penanganan insomnia pada populasi mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan implementasi program CBT di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian dari layanan kesehatan mental preventif dan kuratif.