Penelitian ini bertujuan mengembangkan sekaligus menguji efektivitas model pembelajaran IPAS berbasis Laboratorium Etnosains Sasak pada materi gelombang bunyi untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Pembelajaran memanfaatkan fenomena budaya lokal Masyarakat sasak, seperti alat musik tradisional Gendang Beleq, Gong, dan Rincik sebagai laboratorium kontekstual untuk mengamati konsep gelombang bunyi. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas IV SD. Instrument penelitian berupa lembar validasi ahli, lembar observasi keterampilan proses sains, tes hasil belajar, angkey respon siswa, dan wawancara guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Peningkatan keterampilan proses sains siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan nilai N-Gain sebesar 0, 72. Selain meningkatkan keterampilan proses sains, model pemebelajaran juga meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir ilmiah, serta apresiasi siswa terhadap budaya local sasak. Dengan demikian, model pembelajaran IPAS berbasis Laboratorium Etnosains Sasak layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran kontekstual pada materi gelombang bunyi di sekolah dasar.
Copyrights © 2026