Pertanian lahan basah memiliki peranan penting dalam mendukung ketersediaan pangan, keberlanjutan mata pencaharian masyarakat, dan stabilitas lingkungan. Namun, perubahan penggunaan lahan serta kejadian bencana banjir dan longsor dapat memengaruhi luas, kondisi, dan fungsi produksi lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pertanian lahan basah tahun 2014–2025 serta menganalisis kondisi dan sebaran pertanian lahan basah pascabencana banjir dan longsor di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan keruangan berbasis Sistem Informasi Geografis dan penginderaan jauh. Data penelitian meliputi citra Google Earth tahun 2014, citra Sentinel-2 tahun 2025, citra Google Earth tahun 2026, batas administrasi, observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan Dinas Pertanian Kabupaten Agam. Analisis dilakukan melalui interpretasi citra, digitasi, klasifikasi berbasis GeoAI menggunakan Google Colab, koreksi hasil klasifikasi, perhitungan luas, dan teknik overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas pertanian lahan basah mengalami penurunan dari 2.388,24 ha pada tahun 2014 menjadi 2.174,45 ha pada tahun 2025 atau berkurang sebesar 213,79 ha (8,95%). Perubahan tidak terjadi secara merata karena Nagari Koto Kaciak mengalami peningkatan sebesar 18,89 ha, sedangkan nagari lainnya mengalami penurunan. Luas pertanian lahan basah terdampak banjir dan longsor mencapai 215,18 ha yang tersebar di Nagari Bayua, Koto Kaciak, Maninjau, Sungai Batang, dan Tanjung Sani. Dampak terluas terdapat di Nagari Sungai Batang sebesar 99,09 ha atau 46,05% dari total luas terdampak. Setelah dilakukan analisis overlay, luas pertanian lahan basah eksisting pascabencana tercatat sebesar 1.964,38 ha. Program optimalisasi lahan telah mencapai sekitar 75%, sedangkan lahan yang telah dipanen baru sekitar 10% dari lahan yang dipulihkan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya rehabilitasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, dukungan kegiatan produksi, dan pemantauan spasial secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026