Pendidikan agama perlu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna agar mampu mendukung perkembangan moral dan spiritual remaja. Namun, kajian mengenai pengalaman subjektif remaja Buddhis dalam mengikuti pelatihan membaca Dhammapada masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman remaja Buddhis dalam mengikuti pelatihan membaca Dhammapada di Cetiya Panna Sikkha Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Delapan remaja Buddhis dipilih secara purposive sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan fenomenologi Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu motivasi mengikuti pelatihan sebagai upaya pengembangan diri dan pemahaman Dhamma, proses belajar yang menumbuhkan kemampuan dan keberanian, tantangan belajar beserta strategi mengatasinya, peran pembina dan teman sebaya dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, serta transformasi diri melalui penguatan karakter, spiritualitas, dan kepercayaan diri. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan membaca Dhammapada tidak hanya meningkatkan keterampilan membaca, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang transformatif melalui internalisasi nilai-nilai Dhamma yang tercermin dalam sikap, perilaku, dan kehidupan spiritual peserta.
Copyrights © 2026