Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran bahasa guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Guru Bahasa Indonesia dituntut tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menggunakan bahasa yang santun dan memotivasi. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penggunaan tindak tutur ekspresif guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Teluk Dalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus. Sampel penelitian adalah 3 orang guru Bahasa Indonesia. Sumber data adalah tuturan guru, hasil wawancara, dan dokumen. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dibantu pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan 4 bentuk tindak tutur ekspresif: memuji, menyemangati, mengkritik santun, dan empati dengan fungsi afektif, edukatif, dan motivatif. Kesimpulannya guru sudah menerapkan tindak tutur ekspresif dengan baik. Saran agar guru meningkatkan bentuk empati.
Copyrights © 2026