Wasting merupakan bentuk malnutrisi akut yang ditandai dengan ketidakseimbangan proporsi antara berat badan dan tinggi badan pada anak. Wasting semakin meningkat dengan bertambahnya usia anak, dari balita menjadi anak sekolah yang disebabkan meningkatnya aktivitas fisik anak, peningkatan kebutuhan nutrisi, tingginya risiko penyakit infeksi dan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pendidikan kesehatan mengenai perilaku makan sehat pada anak sekolah dasar sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan wasting. Metode yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan melalui metode ceramah, pemutaran video dan diskusi interaktif; serta simulasi melalui permainan pemilihan makanan sehat pada 40 orang siswa SDN 1 Tanjung Sari Natar Lampung Selatan, pada tanggal 14 Agustus 2025. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman peserta, yaitu 90% peserta memiliki pemahaman baik, 10% cukup baik, dan tidak ada peserta dengan pemahaman kurang, mengenai definisi gizi seimbang, prinsip gizi seimbang anak sekolah, manfaat gizi seimbang, zat-zat gizi yang diperlukan tubuh, fungsi zat-zat gizi, dampak kekurangan asupan zat gizi, pemilihan makanan dan camilan sehat. Rerata hasil pre-test adalah 52,5 dan mengalami peningkatan di post-test yaitu 82. Analisis uji Wilcoxon didapatkan terdapat perbedaan siginifkan rerata nilai pre-test dan post-test (p=0,000). Kegiatan pendidikan kesehatan mengenai perilaku makan sehat pada anak sekolah dasar ini terbukti efektif.
Copyrights © 2026