Wakaf Al-Qur’an merupakan amal jariyah yang berdampak spiritual dan sosial jangka panjang, namun penyampaiannya di era digital memerlukan strategi komunikasi yang relevan dengan perilaku generasi muda. Program Wakaf Al-Qur’an Pondok Qur’an Digitalpreneur Abdurrahman Bin Auf (Pondok ABA) selama ini berjalan rutin, tetapi kampanye digitalnya masih bersifat informatif satu arah, belum konsisten secara visual, dan kurang membangun keterhubungan emosional dengan audiens. Penelitian ini bertujuan merancang strategi komunikasi visual yang mampu meningkatkan keterlibatan audiens, membangun kepercayaan, dan mendorong partisipasi aktif dalam program wakaf. Pendekatan Design Thinking digunakan melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test, dengan pengumpulan data dari observasi akun @wakafquran.aba, wawancara bersama tim fundraising, kuesioner kepada 50 responden usia 18-35 tahun, serta studi visual terhadap kampanye serupa dari lembaga lain. Hasil yang diharapkan berupa panduan identitas visual yang konsisten, konsep konten yang memadukan storytelling emosional dan copywriting persuasif, serta strategi pemanfaatan fitur Instagram (Reels, Feed, Story, Highlight) untuk membangun keterlibatan jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat citra digital Pondok ABA, meningkatkan efektivitas penggalangan donasi wakaf, memperluas jangkauan dakwah, dan menjadi referensi praktis bagi pengembangan kampanye sosial-keagamaan yang relevan dengan perilaku digital generasi muda.
Copyrights © 2026