IDEA: Jurnal Seni Pertunjukan
Vol 20, No 1 (2026)

Peran Dinamika Musik Dalam Lagu Penyembahan Terhadap Suasana Ibadah Pemuda

Rio Pernando Situmorang (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)
Kustap Kustap (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)
Ezra Deardo Purba (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
16 Jul 2026

Abstract

Musik memiliki peran penting dalam membentuk suasana ibadah, khususnya pada gereja kharismatik yang menempatkan lagu penyembahan sebagai sarana utama keterlibatan emosional dan spiritual jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan dinamika musik dalam lagu ibadah serta perannya terhadap suasana ibadah pemuda-pemudi di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pendowoharjo Bantul. Penelitian ini didasari oleh pentingnya musik sebagai alat membangun suasana spiritual dalam ibadah, terutama di gereja kharismatik yang menjadikan musik sebagai komponen utama dalam pujian dan penyembahan. Penelitian difokuskan pada lagu Sujud di AltarNya yang sering dipakai dalam ibadah pemuda. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelayan musik, pemimpin pujian, serta jemaat pemuda-pemudi. Dasar teori yang digunakan mencakup konsep dinamika musik menurut Kamien dan peran musik dalam kehidupan sosial serta ibadah berdasarkan penjelasan Merriam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dinamika musik diterapkan secara bertahap dengan perubahan intensitas permainan dari lembut menjadi kuat, lalu kembali melemah mengikuti alur penyembahan. Penerapan dinamika tersebut berkontribusi dalam menciptakan suasana ibadah yang damai, khusyuk, hidup, dan reflektif sehingga mendukung jemaat untuk lebih terlibat secara emosional dan spiritual dalam ibadah. Oleh karena itu, dinamika musik memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pengalaman ibadah pemuda-pemudi di GPdI Pendowoharjo Bantul.Kata kunci: Dinamika Musik, Lagu Penyembahan, Suasana Ibadah.Music plays a vital role in shaping the atmosphere of worship, particularly in charismatic churches that view worship songs as the primary means of fostering emotional and spiritual engagement among congregants. This study aims to understand the application of musical dynamics in worship songs and their role in shaping the worship atmosphere for young men and women at the Indonesian Pentecostal Church (GPdI) in Pendowoharjo, Bantul. This study is grounded in the importance of music as a tool for building a spiritual atmosphere in worship, particularly in charismatic churches that make music a central component of praise and worship. The study focuses on the song “Sujud di AltarNya” (Bow Down at His Altar), which is frequently used in youth worship services. The research employs a qualitative descriptive method with a case study approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation of music ministers, worship leaders, and the youth congregation. The theoretical framework includes the concept of musical dynamics according to Kamien and the role of music in social life and worship based on Merriam’s explanation. The findings indicate that musical dynamics are applied progressively, with changes in playing intensity from soft to loud, then back to soft, following the flow of worship. The use of these musical elements helps create a peaceful, devout, lively, and reflective worship atmosphere, thereby encouraging the congregation to engage more deeply—both emotionally and spiritually—in the service. Therefore, musical dynamics play a vital role in enhancing the quality of the worship experience for young people at GPdI Pendowoharjo Bantul. Keywords: Music dynamics, Worship Song, Worship atmosphere.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

IDEA

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Other

Description

IDEA draws its contributions from academics and practitioner-researchers at the interface of the performing arts. It acts as a forum for critical study, innovative practice, and creative pedagogy, addressing themes that may be domain-specific (e.g., dance, music, theatre, puppets, karawitan, ...