Ezra Deardo Purba
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Characteristics of the Teren Bas Instrument of Orkes Kampoeng Wangak Viktoria Friski Lestari; Ezra Deardo Purba; Rianti Mardalena Pasaribu
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2025): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v9i2.66634

Abstract

Teren Bas is a distinctive musical instrument from Maumere that has developed from the village music traditions of East Flores. In the context of contemporary ethnic music, this instrument has undergone a transformation in both form and function through the musical practices of the group Orkes Kampoeng Wangak based in Yogyakarta. This study explores the characteristics of the Teren Bas instrument as performed by Orkes Kampoeng Wangak, particularly through the song "Gemu Fa Mi Re." Teren Bas is a unique Maumere instrument resembling a one-stringed contrabass, played using a stick in a percussive manner. The aim of this research is to identify the organological, acoustic, and musical characteristics of the Teren Bas from a musicological perspective. The method employed is qualitative-descriptive with a musicological approach. The findings indicate that Orkes Kampoeng Wangak is a contemporary ethnic music ensemble that blends Maumere traditions into a modern format. The Teren Bas is constructed from kemiri (candlenut) wood, producing a rounded and rhythmic bass sound. Its playing patterns include the styles of Kripso, Langgam, Mars, and Dolo-Dolo, which reflect the cultural roots of Maumere. In the arrangement of “Gemu Fa Mi Re,” the Teren Bas serves as the rhythmic core and a symbol of musical identity, creatively combined with other instruments such as the juk, benyol, violin, flute, and jimbe. The arrangement process integrates modern chord progressions, energetic musical structures, and local sound explorations typical of Maumere through both traditional and non-traditional instruments.
Peran Dinamika Musik Dalam Lagu Penyembahan Terhadap Suasana Ibadah Pemuda Rio Pernando Situmorang; Kustap Kustap; Ezra Deardo Purba
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v20i1.20479

Abstract

Musik memiliki peran penting dalam membentuk suasana ibadah, khususnya pada gereja kharismatik yang menempatkan lagu penyembahan sebagai sarana utama keterlibatan emosional dan spiritual jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan dinamika musik dalam lagu ibadah serta perannya terhadap suasana ibadah pemuda-pemudi di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pendowoharjo Bantul. Penelitian ini didasari oleh pentingnya musik sebagai alat membangun suasana spiritual dalam ibadah, terutama di gereja kharismatik yang menjadikan musik sebagai komponen utama dalam pujian dan penyembahan. Penelitian difokuskan pada lagu Sujud di AltarNya yang sering dipakai dalam ibadah pemuda. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelayan musik, pemimpin pujian, serta jemaat pemuda-pemudi. Dasar teori yang digunakan mencakup konsep dinamika musik menurut Kamien dan peran musik dalam kehidupan sosial serta ibadah berdasarkan penjelasan Merriam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dinamika musik diterapkan secara bertahap dengan perubahan intensitas permainan dari lembut menjadi kuat, lalu kembali melemah mengikuti alur penyembahan. Penerapan dinamika tersebut berkontribusi dalam menciptakan suasana ibadah yang damai, khusyuk, hidup, dan reflektif sehingga mendukung jemaat untuk lebih terlibat secara emosional dan spiritual dalam ibadah. Oleh karena itu, dinamika musik memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pengalaman ibadah pemuda-pemudi di GPdI Pendowoharjo Bantul.Kata kunci: Dinamika Musik, Lagu Penyembahan, Suasana Ibadah.Music plays a vital role in shaping the atmosphere of worship, particularly in charismatic churches that view worship songs as the primary means of fostering emotional and spiritual engagement among congregants. This study aims to understand the application of musical dynamics in worship songs and their role in shaping the worship atmosphere for young men and women at the Indonesian Pentecostal Church (GPdI) in Pendowoharjo, Bantul. This study is grounded in the importance of music as a tool for building a spiritual atmosphere in worship, particularly in charismatic churches that make music a central component of praise and worship. The study focuses on the song “Sujud di AltarNya” (Bow Down at His Altar), which is frequently used in youth worship services. The research employs a qualitative descriptive method with a case study approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation of music ministers, worship leaders, and the youth congregation. The theoretical framework includes the concept of musical dynamics according to Kamien and the role of music in social life and worship based on Merriam’s explanation. The findings indicate that musical dynamics are applied progressively, with changes in playing intensity from soft to loud, then back to soft, following the flow of worship. The use of these musical elements helps create a peaceful, devout, lively, and reflective worship atmosphere, thereby encouraging the congregation to engage more deeply—both emotionally and spiritually—in the service. Therefore, musical dynamics play a vital role in enhancing the quality of the worship experience for young people at GPdI Pendowoharjo Bantul. Keywords: Music dynamics, Worship Song, Worship atmosphere.
EFEKTIVITAS PEMILIHAN REPERTOAR TERHADAP MOTIVASI LATIHAN PEMAIN BIOLA Khalis Prima Zulfahmi; Kustap Kustap Kustap; Ezra Deardo Purba
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v20i1.20647

Abstract

Motivasi berlatih merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi perkembangan kemampuan bermain biola. Akan tetapi, rendahnya tingkat motivasi pemain biola dalam kegiatan latihan masih menjadi tantangan dalam proses latihan musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pemilihan repertoar yang dapat meningkatkan motivasi latihan pemain biola di Sang Surya Philharmonic Orchestra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pelatih dan pemain biola, observasi terhadap proses latihan, serta analisis dokumen yang meliputi silabus dan daftar repertoar yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan repertoar yang efektif perlu mempertimbangkan keselarasan antara minat pemain, tingkat kesulitan repertoar, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Repertoar yang menarik, menantang, serta sesuai dengan kemampuan teknis pemain terbukti mampu meningkatkan motivasi mereka dalam berlatih. Selain itu, keterlibatan pemain dalam proses penentuan repertoar memberikan rasa kepemilikan terhadap materi yang dipelajari sehingga mendorong partisipasi yang lebih aktif dalam latihan. Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu latihan bersama dan adanya perbedaan kemampuan teknis antar pemain. Untuk mengatasi hambatan tersebut, pelatih menerapkan strategi pemilihan repertoar yang fleksibel serta memberikan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemain. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemilihan repertoar tidak hanya berkontribusi pada peningkatan motivasi latihan, tetapi juga mendukung pencapaian hasil latihan yang lebih optimal dalam latihan section biola di lingkungan orkestra.Kata kunci: Pemilihan Repertoar, Motivasi Latihan, Latihan Biola, Pemain Biola.Practice motivation is an important factor influencing the development of violin performance skills. However, low levels of motivation among violinists remain a challenge in the music practice process. This study aims to examine repertoire selection strategies that can enhance the practice motivation of violinists in the Sang Surya Philharmonic Orchestra. A descriptive qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through semi-structured interviews with instructors and violinists, observations of rehearsal activities, and document analysis, including syllabi and repertoire lists. The findings indicate that effective repertoire selection should consider the alignment between players’ interests, the level of repertoire difficulty, and the intended learning objectives. Repertoire that is engaging, challenging, and appropriate to the players’ technical abilities was found to increase their motivation to practice. Furthermore, involving players in the repertoire selection process fosters a sense of ownership of the learning materials, thereby encouraging more active participation in rehearsals. The study also identified several challenges, including limited group rehearsal time and variations in technical proficiency among players. To address these issues, instructors adopted flexible repertoire selection strategies and provided individualized guidance based on each player’s needs. The findings suggest that repertoire selection strategies not only contribute to increased practice motivation but also support more effective learning outcomes in violin section rehearsals within an orchestral setting.Keywords: Repertoire Selection, Practice Motivation, Violin Practice, Violinist. 
Eksistensi Grup Band Shaggydog di Yogyakarta ditinjau dari Aspek Manajemen Strategis Paschalis Debry Bebrilian; Titis Setyono Adi Nugroho; Ezra Deardo Purba
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v19i1.10184

Abstract

Latar belakang penelitian berdasarkan eksistensi grup band Shaggydog di tengah fenomena bubarnya beberapa grup band di Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem manajemen grup band Shaggydog dan mengetahui eksistensi grup band Shaggydog ditinjau dari aspek manajemen strateginya. Konsep atau teori yang digunakan dari penelitian ini adalah manajemen strategi yang dianalisis menggunakan 4 elemen dasar dalam teori manajemen strategi yang terdiri dari: 1) Environmental scanning; 2) Strategy formulation; 3) Strategi implementation; dan 4) Evaluation and control.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitik. Data diperoleh dengan in-depth interview yang dilakukan dengan direktur utama PT. Putra Bersinar Bersama yang juga merupakan manajer dari grup band Shaggydog. Selain itu, wawancara juga dilakukan dengan manajer Doggyshop yang juga koordinator Doggies Indonesia dan koordinator Doggies Yogyakarta.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, sistem manajemen Shaggydog yakni berbentuk PT (Perseroan Terbatas) namun tetap mengusung asas kekeluargaan; kedua, ditinjau dari aspek manajemen strategi, Shaggydog berhasil mengimplementasikan 4 elemen dasar tersebut sebagai eksistensinya dengan membuat 3 sub unit usaha diantaranya: DoggyHouse Record, DoggyShop, dan band Shaggydog itu sendiri. Saran bagi grup band Shaggydog, di antaranya: 1) Untuk terus membuat program yang bervariasi dan berinovasi dengan mengikuti perkembangan zaman; 2) Mampu untuk merubah kelemahan yang dimiliki menjadi kekuatan.