Budidaya pisang raja merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani, namun penerapan teknologi budidaya di tingkat kelompok tani masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknologi budidaya pisang raja di Gapoktan Loh Jinawi, membandingkannya dengan KUB Pisang Pakarti melalui metode benchmarking, serta merancang model pemberdayaan masyarakat yang sesuai. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi yang divalidasi melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budidaya di Gapoktan Loh Jinawi belum sepenuhnya sesuai SOP, terutama pada aspek persiapan lahan, pengairan, pemupukan, sanitasi kebun, dan pengendalian OPT sehingga produktivitas rata-rata hanya mencapai 7,5 kg per tandan, lebih rendah dibandingkan KUB Pisang Pakarti yang mencapai 10 kg per tandan. Model pemberdayaan yang dirancang pada penguatan kapasitas teknis dan kelembagaan petani. Hasil ini menunjukkan bahwa benchmarking dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian petani pisang raja.
Copyrights © 2026